Xiaomi – Accelerate Your Life

SpecialReportBL-XiaoMi

(Business Lounge – Business Insight) Gebrakan Xiaomi akhir-akhir ini cukup menghebohkan pasalnya fitur-fiturnya yang high-end dengan harga yang sangat terjangkau membuat lebih banyak masyarakat dapat memiliki smartphone Android premium. Xiaomi pun berhasil menjual smartphone dalam waktu yang paling cepat dalam sejarah Xiaomi, yaitu 200.000 unit Mi3 di Cina dalam waktu 3 menit dari peluncuran. Saat ini Xiaomi merupakan distributor smartphone terbesar ke-3 di dunia setelah Samsung dan Apple.

Tentang Xiaomi

Xiaomi didirikan pada 2010 oleh seorang pengusaha, Lei Jun (orang terkaya ke-23 di Tiongkok versi Forbes) bersama dengan 7 mitranya. Lei yakin bahwa teknologi berkualitas tinggi tidak perlu dengan biaya mahal. Perusahaan yang berpusat di Beijing ini kemudian mempertemukan orang-orang pintar dari Google, Kingsoft, Microsoft, Motorola, Yahoo, serta perusahaan Internet dan teknologi lain dari seluruh dunia untuk mewujudkan visi Lei Jun tersebut.

Xiaomi menciptakan hardware yang luar biasa, perangkat lunak, dan layanan Internet untuk para konsumen Mi dan dengan bantuan para penggemar Mi itu sendiri. Xiaomi memasukkan umpan balik mereka ke berbagai produknya termasuk Mi 4, Mi 3, Mi Pad, Mi Box, Mi TV, Redmi 1S dan Redmi Note, Mi Power Bank, dan aksesoris lainnya.

Kini perusahaan ini memiliki lebih dari 5.000 karyawan, terutama di daratan Tiongkok, Malaysia, Singapore, dan meluas ke negara-negara lain seperti India, dan tentu saja Indonesia.

Asal Nama Xiaomi

Nama Xiaomi adalah kata dalam bahasa Tiongkok untuk “millet”. Pada tahun 2011, CEO Lei Juni menyarankan untuk arti kata dapat lebih bermakna dari sekedar makna “millet dan beras.” Lei mengkaitkan “Xiao” pada konsep Buddha yang menyarankan Xiaomi untuk bekerja dari hal-hal kecil, bukan memulai dengan berupaya meraih, sementara “mi” adalah singkatan untuk Internet Mobile dan juga Mission Impossible, hal ini mengacu pada kendala yang dihadapi dalam memulai perusahaan.

Strategi Xiaomi

Untuk menjaga harganya tetap kompetitif maka Xiaomi menjual langsung produknya kepada para pelanggan. Pada tahun 2013 tercatat lebih dari 18 juta handset terjual di Tiongkok juga produk yang diluncurkan di Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Filipina, India, dan Indonesia. Dengan demikian, Xiaomi pun siap untuk mendunia.

Selain itu Xiaomi pun tidak mengikuti jejak Samsung dan Apple  yang dapat mengeluarkan model baru setiap 6 bulannya, akan mempertahankan modelnya hingga 18 bulan. Xiaomi berupaya mendapatkan keuntungan dari margin yang sempit.

Untuk mengurangi biaya overhead, Xiaomi juga tidak memiliki toko fisik tunggal dan tidak menjual secara eksklusif dari toko online sendiri. Xiaomi masih bergantung pada pengiklanan secara tradisional serta layanan jejaring sosial selain harapannya sendiri agar para pelanggannya akan membantu mengiklankan produknya.

Always Believe that Something Wonderful is about to happen

Xiaomi yang memiliki tagline yang disebutnya dengan mantra: “Always believe that something wonderful is about to happen”, telah membawanya menjadi the world’s most valuable technology start-up pada akhir Desember 2014 lalu. Xiaomi menerima $ 1,1 miliar (sekitar 13 triliun rupiah) dana dari investor, membuat valuasi Xiaomi saat ini lebih dari $ 46 miliar (sekitar 552 triliun rupiah). 

 

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana