Jepang Rayakan Coming of Age Day

(Business Lounge – Culture) Hari ini, Senin (12/1) adalah Senin kedua di tahun 2015 yang merupakan hari perayaan bagi masyarakat Jepang yang disebut dengan Coming of Age Day. Unik memang, sebab pada hari inilah semua orang yang mencapai usia 20 tahun mendapatkan ucapan selamat bahwa kini mereka telah menjadi dewasa. Untuk itu Jepang menandai hari ini sebagai hari libur. Berbagai upacara pun dilangsungkan untuk merayakannya baik di kantor, di antara keluarga, dan teman-teman.

Sejarah Coming of Age Day

Perayaan ini berawal sejak 714 M ketika seorang pangeran muda mengenakan jubah baru dan gaya rambut untuk menandai perjalanan hidupnya memasuki fase kedewasaan. Perayaan ini kemudian menjadi hari libur pada tahun 1948, yang kemudian diperingati setiap tangal 15 Januari. Namun pada tahun 2000, sehubungan dengan Happy Monday System Jepang (modifikasi hukum Jepang pada tahun 1998 dan 2001 untuk memindahkan sejumlah hari libur di Jepang ke hari Senin) maka Coming of Age Day diubah menjadi hari Senin kedua di bulan Januari.

Pada hari ini maka semua orang yang telah berusia 20 tahun akan menghadiri sebuah upacara peringatan. Tetapi tdak hanya yang berusia 20 tahun, pada prakteknya, mereka yang masih berusia 19 tahun juga ikut serta menghadirinya.

Upacara Coming of Age Day

Upacara Coming od Age Day menandai kedewasaan seseorang yang tercermin dalam bertambah luasnya hak-hak mereka, serta meningkatnya tanggung jawab oleh karena mereka diharapkan telah menjadi dewasa. Upacara pada umumnya diadakan pada pagi hari di kantor pemerintah setempat di seluruh Jepang. Semua orang dewasa muda yang berusia 20 antara tanggal 2 April pada tahun sebelumnya dan 1 April pada tahun ini diundang untuk hadir. Pejabat pemerintah akan memberikan pidato, dan hadiah kecil pun diberikan kepada mereka yang kemudian diakui sebagai orang dewasa ini.

Coming of Age Day

Furisode, Pakaian Formal Wanita Muda

Para wanita dewasa muda ini kemudian akan membeli atau menyewa furisode (kimono dengan gaya yang paling formal untuk wanita yang belum menikah) untuk dikenakan bersama dengan sandal Zori. Furisode memiliki lengan panjang yang menggantung ke bawah, terbuat dari sutra yang sangat halus, berwarna cerah dengan harga yang sangat mahal. Dengan memakai furisode, seorang wanita muda menandakan bahwa dia adalah belum menikah dan dewasa secara hukum, dan dengan demikian siap untuk menikah. Dalam hal ini, furisode mungkin disamakan dengan gaun formal di Barat. Furisode umumnya dipakai untuk fungsi sosial formal seperti upacara minum teh atau upacara pernikahan kerabat.

Karena cara pemakaiannya yang rumit sehingga furisode tidak dapat dikenakan sendiri. Banyak yang kemudian khusus pergi ke salon untuk membantu mereka berpakaian sekaligus berdandan dan menata rambut.

Bagaimana dengan para pria muda? Awalya mereka mengenakan kimono gelap dengan hakama. Namun kini para pria muda lebih sering mengenakan pakaian formal ala Barat seperti jas dan dasi. Setelah upacara, para dewasa muda kemudian akan merayakannya dengan kelompok mereka, pergi ke pesta, atau pergi minum.

Jumlah Kehadiran yang Semakin Menurun

Pada kenyataannya jumlah mereka yang menghadiri upacara Coming of Age Day ini semakin berkurang. Hal ini disebabkan menurunnya angka kelahiran di Jepang, menyusutnya persentase orang-orang muda, ditambah beberapa kejadian yang mengganggu jalannya upacara pada beberapa tahun terakhir (seperti insiden di Naha pada tahun 2002). Alasan lainnya mereka yang mencapai usia 20 tahun namun merasa bahwa mereka kini bagian dari orang dewasa.

Selam 5 tahun berturut-turut hingga tahun 2012, penurunan terus berlangsung hingga total hadir 1,22 juta orang dewasa muda. Dibandingkan perayaan pada tahun 1976 yang dihadiri oleh 2,76 juta orang dewasa muda.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana