Mimpi Anak Desa Di Jakarta

Jacky

Bolehkah aku naik sepeda di tepian jalan dengan pohon rindang di kiri kanan gedung tinggi ?

Bolehkah aku membawa anjing kecilku di terotoar Jakarta yang hilir mudik segala mobil ?

Masih bolehkah aku duduk di taman kecil yang berpohonan rindang sambil menghabiskan es mambo kegemaran masa kecilku ?

Aku punya KTP Jakarta sekarang, aku sekolah di Jakarta, aku bekerja di Jakarta , aku otomatis anak Jakarta.

Dan memang aku tinggal dan hidup disini.

Tapi …

Aku selalu teringat pohon rindang di desaku dulu,

aku selalu rindu anjing kecilku di desa,

Dan tentu saja sepeda bututku menyimpan kenangan manis beriringan dengan teman-temanku menelusuri jalan desa sederhana namun penuh pohon rindang

Ah… Aku rindu desaku.

KTP-ku telah menghantar aku ke deretan gedung-gedung tinggi tanpa pohon rindang,

KTP-ku telah menghantar aku ke jalanan padat tanpa bisa bersepeda ria sambil bersiul.

KTP-ku telah menghantar aku duduk santai di cafe-cafe metropolitan,

Menyesalkah aku dengan KTP-ku?

Tidak….

Perjalanan hidup telah membawa aku menemukan tempatku ,dan foto pada KTP-ku adalah sebuah pernyataan bahwa aku bagian dari pada Jakarta

Lantas mengapa hatiku ada di desa dan galau?

Sebenarnya hatiku hanya ada pada sebuah tempat yg nyaman dan tenteram, dimana pohon rindang menghiasi gedung tinggi, dan sepeda adalah bagian daripada kepadatan penduduk, dan tentu saja taman tempat aku duduk dengan es mambo menghiasi kota Jakarta tercinta.

Bisakah aku mendapatkannya di Jakarta?

Aku tidak tahu …

Tapi bermimpi paling tidak membangun angan-angan dan cita-cita kalau saja suatu kali aku bersepeda ria bersama dengan teman-teman di antara pohon rindang  dan minum es mambo kegemaranku  di taman nan teduh.

Jakarta… Jakarta…..

Kota mimpi sejuta anak di desa.

Jakarta at Nite

Jackie Ang/VMN/BL

Images : Tan Yoh