Uni Eropa Melarang Maskapai Libya Mengakses Wilayah Udaranya

(Business Lounge – Business Insight) Kini giliran tujuh maskapai penerbangan Libya yang dilarang melintas di wilayah udara Eropa demikian dinyatakan pada Kamis (11/12). Hal ini dikarenakan adanya kekuatiran kemungkinan terjadinya bentrokan antara pihak-pihak yang sedang bertikai yang membahayakan keselamatan penerbangan tersebut. Untuk itu, pemerintah pun tidak lagi dapat menjamin keselamatan dari setiap pesawat tersebut.

“Peristiwa baru-baru ini di Libya telah menyebabkan situasi ketika Otoritas Penerbangan Sipil tidak mampu lagi memenuhi kewajiban internasionalnya berkaitan dengan keselamatan sektor penerbangan Libya,” demikian dikatakan Komisaris Transportasi Uni Eropa Violeta Bulc. Lapangan udara dan pesawat Libya memang telah menjadi sasaran serangan kaum militan dan angkatan udara Libya, mengakibatkan bandara internasional utama negara di Tripoli telah ditutup sejak Juli karena kerusakan parah. Lalu lintas penerbangan komersial dari Libya telah saat ini terbatas hanya pada wilayah Istanbul, Turki, dan Amman, Yordania. 

“Prioritas saya dalam penerbangan adalah keselamatan penumpang dan hal ini tidak dapat ditawar. Kami siap untuk membantu sektor penerbangan Libya, segera setelah situasi di lapangan telah memungkinkan untuk ini,” kata Bulc dalam sebuah pernyataan seperti dilansir oleh LA Times

Saat ini terdaftar tujuh perusahaan penerbangan milik Libya, termasuk Afriqiyah Airways, Air Libya dan Libyan Airlines. Keputusan tersebut menyusul review reguler untuk daftar keselamatan udara Uni Eropa, yang saat ini mencakup 21 negara dan lebih dari 300 penerbangan di seluruh dunia termasuk penerbangan di Afrika dan Asia Selatan. Juga adanya kewajiban untuk memastikan bahwa semua memenuhi standar Uni Eropa.

Selain itu terdapat 10 maskapai penerbangan lain yang tetap diizinkan untuk terbang menuju ke Uni Eropa tetapi tetap tergantung kepada batasan-batasan tertentu.

Daftar tersebut juga mencakup penerbangan dari Afghanistan, Angola, Benin, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Djibouti, Guinea Ekuatorial, Eritrea, Gabon, Indonesia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Liberia, Libya, Mozambik, Nepal, Filipina, Sierra Leone, Sao Tome dan Principe, Sudan, dan Zambia.

Bulc juga memaparkan beberapa hasil review yang dilakukan timnya dan menunjukkan adanya kemajuan dalam peningkatan standar keselamatan pada beberapa maskapai penerbangan yang saat ini masih belum mendapatkan ijin untuk melintas di langit Eropa. Mereka adalah maskapai penerbangan milik Filipina, Sudan, Mozambik, dan Zambia. Namun demikian kemajuan tersebut belum mampu mencabut larangan terbang yang telah diberlakukan kepada mereka.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: wikipedia