Penting Untuk Dapat Menghadapi Karyawan yang Tidak Produktif

(Business Lounge – Empower People) Karyawan adalah asset sebuah perusahaan, sudah jelas maksudnya, karena karyawan yang akan menggerakkan roda perusahan untuk melakukan proses produksi. Namun tentu saja karyawan adalah manusia bukan seperti mesin yang akan bekerja sesuai dengan instruksi yang sudah di program. Karyawan akan memiliki kinerjanya yang dapat diukur karena tiap karyawan akan memiliki target kerja ataupun ukuran target tertentu yang akan dicapai. Produktifias karyawan tentu bukan suatu hal yang dapat diabaikan. Karena karyawan yang tidak produktif akan menguras sumber daya perusahaan.

Kinerja karyawan adalah kontributor besar bagi keberhasilan bisnis di bidang apapun. Karyawan yang mengerjakan pekerjaanya dengan kualitas kerja yang rendah justru akan menjadi sandungan bagi perusahaan. Dilihat dari survey yang pernah diadakan ternyata cukup banyak jumlah pekerja yang tidak produktif. Ingatlah top of mind dari setiap perusahaan yaitu “profitable”. Keuntungan perusahaan akan bergantung pada produktifitas dan produktifitas berkaitan kuat dengan kingerja karyawan. Anda akan berpikir bahwa kinerja karyawan akan berhubngan langsung maupun tidak  langsung dengan penghematan budget perusahaan dan efisiensi waktu.

Jika Anda telah mengidentifikasi karyawan Anda di bawah performa yang ditentukan, berikut ini beberapa langkah yang dapat diikuti untuk meningkatkan produktifitas karyawan.

1. Personal Coaching
Lakukan pertemuan secara private, Anda dapat sampaikan bahwa kondisi yang perlu ditangani secara serius. Kinerja seorang karyawan tidak akan efektif disampaikan dalam suatu kelompok orang atau melalui kontak telepon. Anda perlu berpikir untuk suasana yang mendukung agar dapat serius membicarakannya dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

2. Langsung Pada Poin Pembicaraan
Ketika anda akan bertemu dengan karyawan, Anda perlu siap dengan apa yang akan Anda sampaikan. Konsentrasikan pirkiran Anda untuk apa yang akan Anda sampaikan dan pastikan Anda sudah siap bicara. Saat pertemuan privat Anda akan menghadapi tekanan untuk menutup nutupi pesan Anda. Tidak perlu terlalu dibungkus dengan kata-kata pemanis jika itu akan mengaburkan kejelasan pesan yang akan Anda sampaikan. Anda perlu berpikir berbicara selugas dan sejelas mungkin langsung kepada poin pembicaraan. Lakukan dengan prinsip profesionalisme.

3. Jangan Lakukan Kritik
Faktanya sangat sedikit orang yang dapat merespon kritik dengan baik. Anda perlu melaukan strategi agar tidak menyampaikannya menjadi kritik bagi karyawan. Jadi jangan membingkai percakapan dalam hal apa karyawan tersebut melakukan kesalahan. Namun sebaliknya fokus yang disampaikan adalah pada masalah yang dihadapi perusahaan pada akhir-akhir ini ini (dimana pemasalahan tersebut adalah hasil dari kinerja yang buruk dari karyawan).

4. Mendorong dialog
Selalu kedepankan suasana dialog dalam dalam pembicaraan yang Anda lakukan dengan karyawan. Setelah Anda telah mengusulkan perubahan yang ingin Anda lihat dalam perilaku karyawan Anda, minta dia bagaimana dia merasa tentang setiap saran yang spesifik. Tanyakan apakah karyawan percaya bahwa ia dapat membantu Anda dengan cara yang sudah Anda sarankan, dan jika tidak, tanyakan mengapa. Jika karyawan Anda bersifat defensif, tanyakan apa yang akan dia lakukan dalam posisi Anda.

5. Membuat keputusan
Jika ada kebijakan perusahaan untuk Anda harus memutuskan status karyawan, maka berikan waktu untuk memikirkannya. Dalam situasi tersebut Anda harus berpikir cepat untuk menangkap situasi yang berkembang dari jawabah karyawan dan juga cepat dalam mengumumkan keputusan Anda sendiri.

6. Akui perubahan
Jika Anda memutuskan untuk melakukan monitor atas progress karyawan yang ingin melakukan perubahan, pastikan untuk terus memantau tingkah lakunya. Pastikan bahwa Anda akan mengenali adanya perbaikan yang sudah dilakukan karyawa. Kata pujian adalah sebuah motivator yang efektif dan umpan balik positif dari karyawan akan menjadi pendorong bagi produktivitas. Jadi Anda perlu memilki kepekaan untuk waktu yang tepat Anda menyampaikan pujian sebagi motivator yang dapat memberikan dorongan bagi karyawan.

P. Adi/Contributor/VMN/Bl
Editor: Ruth Berliana