Toyota – Let’s Go Places

SpecialReportBL-Toyota rev

Sejarah Toyota

Toyota berawal dari divisi otomotif yang menjadi bagian sebuah pabrik tekstil milik Toyoda Loom Works. Divisi ini kemudian dipimpin oleh anak dari Toyoda Loom Works yang bernama Kiichiro Toyoda yang lahir di Jepang pada tanggal 11 Juni 1894. Tetapi kemudian pada tahun 1937, divisi otomotif ini akhirnya memutuskan untuk memisahkandiri menjadi perusahaan yang berdiri sendiri dengan nama Toyota Motor Corporation, pada tahun 1937. Kiichiro meninggal pada tanggal 27 Maret 1952 di usia ke-57.

Asal Nama Toyota

Munculnya nama Toyota terinspirasi dari nama sang pemilik pabrik tenun, Sakichi Toyoda (1867-1930). Tetapi penyebutan nama ‘Toyoda’ kemudian dirasa kurang pas didengar atau terkesan kaku bagi orang-orang Jepang, sehingga nama Toyoda diplesetkan menjadi Toyota.

Namun mobil pertama yang dikeluarkan masih memakai nama Toyoda AA. Mobil ini diluncurkan satu tahun sebelum mereka memisahkan diri. Itu artinya hampir 77 tahun sudah, perusahaan yang berawal dari pabrik tenun ini membangun bisnisnya hingga akhirnya menjadi sebuah perusahaan produsen mobil terbesar di dunia seperti sekarang ini.

Toyota’s Tageline

Enam biro iklan bekerja sama dengan Toyota untuk menentukan tagline terbarunya. Mereka adalah Saatchi & Saatchi, Dentsu America, Conill, Burrell, Intertrend, dan Grieco Research.

Toyota Way

Kini Toyota menjadi raksasa otomotif dunia. Bukan dengan cara yang mudah melainkan dengan berbagai macam strategi. Banyak perusahaan yang kemudian  mengacu kepada prinsip-prinsip dan filosofi bisnis Toyota sehingga muncullah isitilah “Toyota Way”, yaitu bagaimana Toyota tidak hanya membangun mobil tetapi juga manusianya.

Bagi Toyota kebun merupakan hal yang tepat untuk dapat mendeskripsikan keyakinan mereka terhadap orang. Tanah digemburkan dan disiapkan, benih disiram dan ketika benih tumbuh, tanah dipelihara, disiangi dan disiram lagi hingga akhirnya buah siap dipetik. Prinsip ini tercermin dalam kebijakan HR di Toyota.

Toyota Way

 

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana