(Business Lounge-Business Insight)-Dunia semakin maju dengan segala teknologinya. Kenyataan ini selalu direspon baik oleh perusahaan-perusahaan teknologi skala global. Begitu pula dengan bisnis pesawat tak berawak.

Beberapa waktu yang lalu, Google dikabarkan  telah membeli produsen pesawat tak berawak Amerika Serikat, Titan Aerospace. Sementara Facebook juga menyatakan telah berhasil akuisisi perusahaan produsen pesawat tak berawak milik Inggris, Ascenta sebesar USD 20 juta.

Kali ini diberitakan GoPro Inc, yang berpusat di California, Amerika Serikat juga berambisi untuk masuk dalam pertarungan bisnis ini. Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka sedang terus melakukan penelitian dan pengembangan terhadap proyek pesawat tak berawak yang dikenal juga dengan drone untuk pasar konsumen.

Perusahaan telah mengambil keputusan untuk melebarkan sayap usaha diluar dari jalur utamanya.  GoPro Inc merupakan perusahaan yang fokus memproduksi kamera video berukuran kecil yang cukup populer di kalangan penggemar olahraga khususnya olahraga ekstrim. Perusahaan ini telah go public pada bulan Juni lalu. Untuk modal bagi dana penelitian dan pengembangan mereka tak sayang untuk mengeluarkan dana besar.  Go Pro yang telah berdiri selama 10 tahun telah memproduksi hampir 2,8 juta unit kamera hingga September tahun ini. Angka ini naik 15% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan nantinya akan fokus untuk memproduksi helikopter multirotor yang mengusung kamera definisi tinggi. Hebatnya lagi produk ini akan dilepas ke pasaran mulai akhir tahun 2015. Diperkirakan produk ini akan sukses di pasaran sebab dibandrol dengan harga yang masih terjangkau yaitu berada di rentangan harga antara $500 hingga $1.000, atau sekitar Rp6 juta hingga Rp12 juta.

Fenomena beralihnya perusahaan raksasa elektronik ke industri pesawat tak berawak memunculkan gelombang baru dalam bisnis global dan juga menandakan era baru dalam dunia teknologi. Kebangkitan usaha drone ini memang sangat meanrik untuk dicermati sebab dalam  hitungan tahun saja, produk drone telah diterima dengan baik oleh pasar. Terlebih lagi di era sekarang ini, kemajuan teknologi telah memungkinkan pesawat tak berawak hadir dengan bentuk yang lebih simple dan minimalis serta lebih efisien.

Lalu seperti apakah drone itu? Pada umumnya, pesawat drone berupa helikopter kecil dan ringan yang dapat membawa kamera. Pesawat ini nantinya dikendalikan via ponsel pintar atau komputer tablet. Yang menarik lagi di Amerika Serikat, badan regulasi setempat telah memberi izin bagi para amatir untuk menjadikan drone sebagai mainan baru untuk mengisi luang.

Para pengamat memperkirakan pesaing berat GoPro adalah Sony Corp yang sudah menjadi pemeran pendukung di pasar drone. Mereka memasok kamera kecil yang diusung oleh pesawat tak berawak. Selain Sony maka yang perlu diwaspadai adalah perusahaan asal Tiongkok, SZ DJI Technology Co. Perusahaan ini diketahui juga telah menawarkan produk yang membawa kamera produksi sendiri.

Seperti dikutip oleh The Wall Street Journal, melalui surat elektronik, juru bicara GoPro mengatakan konsumen perusahaannya sudah banyak menghasilkan “video GoPro yang mencengangkan, yang direkam dari quadcopter” atau pesawat tak berawak. Ia menambahkan, “Tahun ini, untuk mempelajari dampak kebijakan [pemerintah] dan melindungi hak pengguna kami, GoPro telah bergabung dengan Small UAV Coalition,” kelompok advokasi drone di Amerika Serikat.

 

 

Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing
Image: Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published.