Yahoo_701_First_Avenue
Yahoo_701_First_Avenue

Strategi Bisnis Yahoo Jual Foto Flicker Dipertentangkan

(Business Lounge-Business Insight)-Rencana Yahoo untuk menjual foto-foto yang terdapat dalam Flickr mendapat banyak pertentangan dari banyak pihak. Kabar ini telah mencuat ke permukaan sejak sepekan lalu.

Pihak Yahoo mengatakan akan mencetak 50 juta foto yang berlisensi Creative Commons dan menjualnya ke publik. Yahoo nantinya akan menjual foto-foto ini hingga mencapai $49 per kanvas dan tak tanggung-tanggung semua keuntungan akan masuk ke kas perusahaan.

Langkah ini dianggap akan mengkhianati para fotografer yang selama ini telah begitu loyal secara sukarela menyumbangkan hasil bidikan kamera mereka bagi Flickr. Penolakan dari para fotografer dianggap sangat wajar sebab setidaknya ada lebih dari 300 juta foto yang telah dibagi ke khalayak ramai dengan menggunakan lisensi Creative Commons.

Seperti yang dikutip oleh The Wall Street Journal, salah satu conoth penolakan datang dari salah seorang fotografer kontributor, Liz West. Bagi West langkah Yahoo Inc, yang akan membuat cetakan kanvas dari foto yang diambil olehnya dan pengguna Flickr lainnya merupakan langkah yang keliru. West merasa kesal karena orang lain menjual foto-foto saya, sedangkan saya membaginya secara gratis.

Liz West sendiri dikenal dengan nama samaran Muffet di Flickr dan merupakan pensiunan penulis di Massachusetts, Amerika Serikat. Perkara tentang West ini hanyalah contoh penolakan sebab West hanyalah satu dari jutaan orang di Internet yang beraktivitas memakai lisensi dari Creative Commons.

Lalu bagaimanakah sistem lisensi dari Creative Commons ini berjalan sebenarnya? Di bawah sistem lisensi ini, pencipta konten online dimana didalamnya termasuk foto dan tulisan dapat memberi ijin pada masyarakat umum untuk menggunakan karya-karya foto mereka secara cuma-cuma walau tentu saja dengan beberapa syarat tertentu.

Salah satu syarat misalnya pemilik foto dapat memperbolehkan karya mereka boleh dipakai untuk kepentingan komersial asalkan nama mereka dicantumkan dalam setiap penayangan atau tampilan karya mereka.

Untuk foto yang dipilih Yahoo, perusahaan akan memberi 51% hasil penjualan ke pembuatnya. Sementara bagi foto-foto Creative Commons, Yahoo akan menyimpan semua pendapatan dari penjualan.

Sebagai penegasan, Yahoo menjamin akan selalu menaati syarat-syarat Creative Commons dengan hanya menjual foto-foto yang memperbolehkan pemakaian komersial. Setiap cetakan kanvas naninya juga akan dilengkapi stiker kecil bertuliskan nama senimannya.

Ada yang kontra namun pasti selalu saja ada yang pro. Humas Creative Commons, kelompok nirlaba yang dibentuk pada 2001, membenarkan Yahoo telah menaati lisensinya. Adapun pendapat dari Corynne McSherry, direktur properti intelektual untuk Electronic Frontier Foundation yang mengatakan bahwa secara hukum, Flickr tidak nampak melakukan kesalahan.

Selain West maka strategi bisnis Yahoo ini telah membuat marah beberapa fotografer yang mengunggah foto ke Flickr. Mereka berpendapat bahwa langkah ini adalah satu dari serangkaian cara Yahoo ambil untung dari Flickr tanpa mengindahkan kepentingan dan hak-hak para anggota dari komunitas besar fotografer situs tersebut.

Pada akhirnya tidak akan sebanding antara  pendapatan dari menjual foto-foto tersebut dengan hilangnya kepercayaan fotografer terhadap Flickr. Situasi ini harus menemukan jalan tengah sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak.

 

Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing
Image: Wikipedia