Beijing Sambut Meriah Para Peserta APEC

(Business Lounge – News & Insight) Pada Senin (10/11) malam Beijing pun mengadakan sebuah jamuan makan malam bagi seluruh pemimpin Negara yang hadir dalam APEC 2014. Uniknya, Beijing mempersiapkan sebuah sambutan yang meriah bak sebuah sambutan yang biasa dihadirkan pada pesta olah raga.

Sambutan yang Sangat Meriah

Sebuah karpet merah berkilau dibentangkan di jalan utama untuk menyambut rombongan limusin para pemimpin Negara. Di sepanjang karpet merah tersebut berdiri ratusan penari dengan kostum warna warni dari puluhan etnis minoritas dari Tiongkok yang menari diiringi musik bernuansa tradisional Tiongkok sementara limusin melaju menyusuri karpet merah dengan cahaya warna warni yang ikut menyemarakkan penyambutan.

Semua tamu disambut meriah di Beijing National Aquatics Center, or the Water Cube. Mengingatkan kita kembali kepada pesta pembukaan Olimpiade 2008 yang pernah dihelat di Beijing. Sangat meriah.

Kebanyakan pemimpin Negara tiba dengan menumpangi limusin buatan Tiongkok dengan bendera merah kecuali Obama yang tetap mengendarai kendaraan resminya yang super aman yang dikenal dengan nama “The Beast”.

Presiden Tiongkok Xi Jinping beserta ibu Negara berdiri menyambut satu demi satu pemimpin Negara dan kemudian berfoto bersama.

Tunik Tiongkok Sebagai Dress Code

Beijing memang mempersiapkan semuanya dengan baik termasuk dress code yang dikenakan semua pemimpin Negara Asia Pasifik beserta ibu negaranya. Tunik berkerah tinggi dalam pilihan 3 warna yaitu ungu, hijau, dan coklat disiapkan untuk dikenakan para pemimin negara yang pria untuk hadir dalam jamuan makan malam.

Presiden Jokowi nampak mengenakan head to toe hitam dengan tunik sutera ungu. Senada dengan yang dikenakan Barack Obama, Vladimir Putin dan Xi Jinping. Walaupun ketiga pemimpin ini memiliki perbedaan diplomatik namun malam itu mereka tampil dalam balutan warna yang sama yang disebut warna kekaisaran.

Sedangkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengenakan tunik hijau, bersama dengan Perdana Menteri Selandia Baru John Key, Perdana Menteri Australia Tony Abbott beserta beberapa pemimpin Negara lainnya. Beberapa juga nampak mengenakan warna coklat. Sedangkan pemimpin negara yang wanita mengenakan jaket panjang dengan bordir dan kancing, sedangkan para ibu negara mengenakan tunik berkerah tinggi dengan jaket longgar berwarna merah jambu atau hijau.

Semua peserta pun kemudian berfoto  bersama.

Dimulai oleh Presiden AS Bill Clinton

Tradisi ini dimulai ketika Presiden AS Bill Clinton membagikan jaket bomber kulit di Seattle pada tahun 1993. Sedangkan di Korea Selatan, para pemimpin negara juga mengenakan mantel sutra Korea Selatan biru dan emas yang disebut Durumagi pada tahun 2005. Pada tahun berikutnya semua mengenakan sutra ao dai tunik di Hanoi. Tapi di Peru, 2008 para pemimpin dunia hanya menggunakan “ponco” karena bertepatan dengan terjadinya krisis keuangan global.

Sedangkan pada APEC 2013 yang diselenggarakan di Bali, Indonesia, semua pemimpin mengenakan batik dan kebaya Bali.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara