Symbolic Referendum Catalonia

(Business Lounge – News & Insight) Referendum Spanyol telah berlangsung secara simulasi pada pada Minggu (9/11). Sekitar 2,25 juta orang Catalonia (Catalan) telah berpartispasi di dalam simulasi referendum tersebut. Surat suara kemudian dihitung di stasiun penghitungan yang dikelola oleh 41.000 relawan. Hampir 81% di antaranya telah memilih untuk memisahkan diri dari Spanyol demikian seperti dilansir oleh Financial Times.

Hasil ini diumumkan oleh Wakil presiden Catalonia, Joana Ortega pada Senin (10/11) pagi. Namun dikabarkan bahwa kelompok anti kemerdekaan sebagian besar telah memboikot untuk tidak ikut serta dalam simulasi ini sehingga hasil suara pun lebih condong kepada kelompok pro kemerdekaan.

Sebelum hasil referendum tersebut diumumkan, Presiden Catalonia, Artur Mas, “Kita ingin suara yang pasti. Hari ini kita telah menjadi sebuah Negara yang lebih kuat dan telah mengambil langkah besar ke depan. Kita ingin Catalonia dapat memerintah sendiri. Kita ingin memutuskan masa depan politik kita dan kita telah menunjukkannya. “

Menteri Kehakiman Rafael Catala bependapat bahwa pemberian suara dari rakyat Catalonia akan sia-sia saja. Daerah ini termasuk daerah terkaya tetapi juga penghutang terbesar di Spanyol. Kerinduan untuk dapat berpisah dari Catalonia telah menjadi cerita lama yang semakin gencar pada beberapa tahun terakhir sebagai akibat terjadinya resesi dan skandal korupsi politik yang telah mengguncang Spanyol. Tetapi hal ini mendapatkan tantangan dari pemerintah konservatif Spanyol.

Perdana Menteri Mariano Rajoy, berjanji untuk kesatuan Spanyol apalagi kondisi Spanyol yang mulai pulih dari resesi.

Rakyat Catalonia merasa bangga dengan bahasa dan budayanya yang berbeda. Catalonia yang memiliki 7,5 juta penduduk menyumbang hampir seperlima dari ekonomi Spanyol.

Kotak suara didirikan di sekolah-sekolah dan balai kota meskipun pemerintah pusat memperingatkan pemerintah daerah untuk tidak menggunakan sumber daya publik untuk jajak pendapat. Beberapa kelompok politik yang menentang kemerdekaan mengatakan bahwa mereka telah mengajukan tuntutan hukum terhadap pemerintah Catalan yang dianggap mengatur suara. Para jaksa pun berupaya untuk mengumpulkan bukti untuk melihat apakah otoritas Catalan telah melanggar perintah pengadilan dengan membuka tempat pemungutan suara dan pengiriman materi kampanye.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara