Prancis Kunjungi Kanada Untuk Hidupkan Perdagangan

(Business Lounge – News & Insight) Pada Minggu (2/11) Presiden Perancis, Francois Hollande memulai kunjungan pertamanya ke Kanada dan ini adalah kunjungan yang pertama dari seorang pemimpin Perancis dalam seperempat abad terakhir ini. Hollande berupaya untuk menghidupkan perdagangan trans-Atlantik.

Sebuah pakta perdagangan baru antara Kanada dan Uni Eropa akan mulai berlaku pada tahun-tahun mendatang, menghapuskan 98 persen tarif yang diberlakukan pada barang dan jasa sehingga berpotensi meningkatkan perdagangan.

Pada hari Senin (3/11), Hollande berbicara sebelum parlemen federal Kanada di Ottawa, yang kurang dari dua minggu yang lalu menjadi ajang tembak-menembak antara polisi dan seorang pria bersenjata. Para pejabat mengatakan kepada AFP bahwa ini akan menjadi “momen penting” bagi Hollande untuk menunjukkan solidaritas dengan negara seperjuangan dalam koalisi pimpinan AS yang melawan gerilyawan di Irak.

Pertama-tama, Hollande mengunjungi Alberta, rumah cadangan minyak Kanada yang luas. Para pejabat mengatakan ia ingin menunjukkan bahwa Prancis juga tertarik dalam hubungan yang lebih kuat dengan Kanada. Hollande disambut oleh Perdana Menteri Stephen Harper, dan kemudian menuju ke Banff di kaki bukit Rockies.

Hadir bersama Hollande sekitar 40 pemimpin bisnis Prancis yang membuktikan Hollande sangat focus kepada kunjungan ekonomi. Hollande dan partainya bertemu dengan para pemimpin dari Alberta, Manitoba dan Northwest Territories, membahas pertumbuhan potensi ekonomi.

“Saya ingin Prancis untuk terus menampilkan kekayaan besar dari Wilayah barat laut Kanada, apakah itu eksplorasi, transformasi atau teknik transportasi hidrokarbon, atau pembangunan infrastruktur,” kata Hollande. “Perusahaan Perancis secara khusus sangat baik ditempatkan di daerah-daerah.”

GAS RUMAH KACA

Kanada Barat sedang menikmati ledakan ekonomi dari industri minyak Alberta, termasuk eksploitasi kontroversial pasir minyak dan gas shale, yang menurut pemerhati lingkungan cukup berbahaya. Salah satu topik yang akan dibicarakan oleh Hollande adalah masalah lingkungan. Topik ini dinilai akan menjadi salah satu topik paling sulit oleh karena sebagai pemimpin Prancis, Hollande harus mulai mempersiapkan konferensi iklim global yang akan dilangsungkan pada tahun depan guna memperlambat perubahan iklim. Kanada adalah salah satu penyumbang top untuk polusi dunia.

“Prancis dan Kanada telah memutuskan untuk bertindak bersama-sama, tidak hanya untuk kebaikan negara kita tetapi untuk planet ini,” kata Hollande. “Itulah yang memotivasi perdana menteri dan pemerintah Perancis Kanada.”

Pemimpin Kanada cukup disudutkan pada KTT iklim yang terjadi di sebagai Majelis Umum PBB pada bulan September. Namun, Kanada sudah banyak diperkirakan tidak memenuhi janjinya untuk mengurangi gas rumah kaca sebesar 17 persen pada tahun 2020.

Pada bulan November tahun depan, Hollande akan mengumpulkan para pemimpin dari seluruh dunia di ibukota Perancis untuk Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau COP21, sebagai usaha untuk menegosiasikan batas emisi baru. Eksportir energi dan ekonomi maju utama seperti Kanada akan diminta untuk berkorban, tetapi Kanada telah menunjukkan tidak ada kemauan untuk mengendalikan industri energi dan berencana pipa baru yang besar.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara