Transformasi Santa Modern Market

(Business Lounge – Entrepreneurship News)

Apa yang dibayangkan saat mendengar pasar ditelinga, saya sendiri langsung terbayang gambaran becek dan kotor. Namun tidak dengan yang terjadi pada pasar Santa, pasar ini mengalami transformasi dengan menciptakan pasar kreatif yang didukung oleh puluhan pengusaha dengan kepuasan kenikmatan kreatifitas dibenaknya. Agustus 2014 lalu pasar Santa merubah namanya menjadi Santa Modern Market.

Fenomena ini merupakan inspirasi yang bisa ditarik secara makro, sebagai pola bisnis yang memperkuat daya saing Indonesia. Global Competitiveness Index pada tahun 2013 mengeluarkan posisi daya saing Indonesia di antara negara-negara Asean sbb :

Performance of ASEAN members in the 2013–14 GCI and the 12 composing pillars,

rank out of 148 economies

Transformasi Pasar Santa

 

Sumber : World Economic Forum Report

Dari tabel yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) ini terlihat bahwa Indonesia sedang mengalami transisi pada business sophistication and innovation  factor. Pada Faktor ini peringkat Indonesia ada pada posisi 37 dan 33, masih kalah bersaing dengan Malaysia yang berada pada posisi 20 dan 25, tentu semakin ketinggalan dibandingkan dengan Singapura yang berada pada posisi 17 dan 9.

Dasar dari business sophistication and innovation  factor dalam indeks yang dikeluarkan WEF ini tercermin dalam pernyataan yang tertulis dalam laporannya “The quality of a country’s business networks and supporting industries, as measured by the quantity and quality of local suppliers and the extent of their interaction, is important for a variety of reasons. When companies and suppliers from a particular sector are interconnected in geographically proximate groups, called clusters, efficiency is heightened, greater opportunities for innovation in processes and products are created, and barriers to entry for new firms are reduced.”

Kalimat ini secara mikro tercermin pada fenomena yang terjadi pada pasar Santa, dengan magnet utama meraih pelanggan melalui kreatifitas dan inovasi. Pedagang atau pengusaha pasar Santa terkoneksi satu dengan yang lain untuk saling melengkapi dan membuat efisiensi yang seperti dikatakan membuat kesempatan berinovasi terbuka lebar dan halangan-halangan bisa dikurangi. Simak saja berbagai pengakuan berbagai pedagang yang merasa diuntungkan dengan sinergi pasar kreatif dan pasar tradisional.

Imajinasikan bila pasar santa ini menjadi sebuah kota yang tertata sebagai cluster, sehingga pasar kreatif dan inovatif menjadi ujung tombak atau magnet utama yang menarik pelanggan masuk ke dalam kota disertai dukungan pasar tradisional yang merupakan sumber dari terciptanya pasar kreatif dan inovatif. Tentulah konsep ini akan membuat Indonesia bersaing lebih maju dibandingkan Singapura yang tidak memiliki dukungan pasar tradisional yang bersumber dari sumber daya alam. Singapura hanyalah menjadi hub business sophistication and innovation  market yang fondasi pasar tradisionalnya terletak diluar Singapura sendiri. Sedangkan Indonesia memiliki potensi menggabungkan keduanya karena kekayaan alamnya.

Dengan model mikro pasar Santa ini, setiap kota di Indonesia bisa menata diri untuk mengembangkan business sophistication and innovation  factor yang akan didukung dengan sumber daya alam, pastinya dekat dengan pasar. Tentulah seperti fenomena pasar Santa yang tercipta karena manusia yang cerdas dan inovatif.  Dibutuhkan pengusaha-pengusaha yang memiliki keberanian, semangat  serta cerdas berinovasi untuk daerahnya hingga daya saing Indonesia menjadi yang terbaik di dunia.

Banner-insta-ilustrasi_FadjarAri

Back to The Entrepreneurs of Pasar Santa