NEC, FUJITSU dan TOSHIBA Cetak Keuntungan Ditengah Krisis

(Business Lounge – Business Insight)  Pelemahan mata uang suatu negara selalu memberikan keuntungan kepada sektor swasta yang berskala ekspor negara tersebut. Bisnis yang biasa mengecap keuntungan dari depresiasi mata uang tersebut yaitu bisnis yang melakukan penjualan produknya ke luar negeri.

Di Jepang, keuntungan dari depresiasi mata uang tersebut juga dikecap oleh perusahaan elektronik yang memasarkan produknya keseluruh dunia. Ada tiga perusahaan raksasa elektronik di Jepang  yang melaporkan meningkatnya keuntungan perusahaan pada periode April – September lalu. Tiga perusahaan tersebut adalah NEC, Fujitsu dan juga Toshiba yang core bisnisnya menjual produk elektronik perusahaan tersebut ke seluruh dunia.

Dalam periode 6 bulan tersebut, ketiga perusahaan multinasional Jepang ini mencatat penambahan keuntungan meskipun tidak signifikan. Pasalnya keuntungan ketiga perusahaan ini tertahan oleh melemahnya ekonomi domestik pasca kenaikan pajak penjualan  dan juga ekonomi global yang mengurangi daya beli konsumen terhadap produk-produk perusahaan elektronik ini.

Selain pelemahan nilai tukar Yen terhadap dolar AS, keuntungan ketiga perusahaan elektronik ini juga disebabkan usaha perusahaan merestrukturisasi bisnisnya masing-masing.  Ketiga perusahaan tersebut telah merombak operasi bisnisnya dalam beberapa tahun terakhir setelah krisis yang mendalam di industri elektronik Jepang yang diperburuk oleh krisis ekonomi global yang dimulai pada tahun 2008 lalu.

Perubahan tersebut antara lain, Toshiba merestrukturisasi bisnis komputer pribadi untuk fokus pada B2B penjualan yang menarik diri dari pasar konsumen tertentu. NEC, berhenti membuat smartphone dan beralih kepada  peralatan telekomunikasi dan komputer. Fujitsu, yang terkenal dengan produk server, semikonduktor dan smartphonenya telah dirubah pada bisnis pembuatan chip dan juga jasa IT.

Perubahan bisnis yang dilakukan perusahaan ini berhasil mencetak keuntungan seperti NEC, yang membukukan laba bersih sebesar 4.8 miliar Yen  setelah kehilangan 10.1 miliar Yen periode yang sama setahun sebelumnya. Toshiba mencatat laba bersih naik menjadi 30.8 miliar Yen dari  21.5 miliar Yen periode yang sama tahun 2013.

Demikian juga Fujitsu juga mencatat kenaikan laba bersih menjadi 24.1 miliar Yen dari 14.6 miliar Yen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data peningkatan keuntungan ketiga perusahaan tersebut dihitung untuk periode bulan April – September 2014.

Namun saat melaporkan kinerja labanya, ketiga perusahaan elektronik yang berpusat di Tokyo ini tidak mengubah proyeksi pendapatannya meski  sisa tahun ini tampak tidak yakin akibat kekuatiran dalam ekonomi global.

Joel/Journalist/VM/BL
Editor: Jul Allens
image: wikimedia