Vietnam Kunjungi India Untuk Sebuah Dukungan

(Business Lounge – News & Insight)

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung telah meminta dukungan India untuk menyelesaikan sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, demikian dilansir oleh AFP. Tan melakukan kunjungan selama dua hari ke India dan bertemu dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi pada Selasa (28/10).

Ketegangan yang telah terjadi antar negara-negara di sekitar Laut Cina Selatan memang belum mereda malah cenderung meningkat. Tiongkok pun semakin berupaya menancapkan kekuasaannya dengan berbagai cara. (Baca: Tiongkok Tingkatkan Jumlah Kapal Nelayan Sebagai Strategi). Vietnam adalah salah satu Negara di Asia Tenggara yang terus berupaya menentang Tiongkok, termasuk ketika Tiongkok hendak membuat lapangan terbang dan pangkalan militer di wilayah kepulauan dan Laut Cina Selatan.

Vietnam Harapkan Dukungan India

Tan sangat berharap bahwa India, sebagai salah satu kekuatan di Asia dan dunia, akan secara aktif mendukung pihak-pihak bersengketa agar dapat secara damai menyelesaikan persengketaan ini. Dengan demikian India pun akan berkontribusi terhadap pemeliharaan perdamaian, stabilitas, keamanan maritim, keselamatan, dan kebebasan bernavigasi di Laut Timur.

Pada bulan Mei, hubungan antara Tiongkok dan Vietnam merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade setelah Beijing memindahkan rig minyak dalam lautnya ke perairan yang disengketakan, yaitu di dekat Kepulauan Paracel. Hal ini memicu terjadinya kerusuhan anti-Tiongkok di Vietnam. (Baca: Rig Tiongkok Menjauh Dari Wilayah Sengketaan Dengan Vietnam).

Tan juga mengatakan kepada Press Trust of India (PTI) bahwa Vietnam akan tetap terbuka bagi kapal-kapal dari Negara lain yang akan mengunjungi Vietnam, termasuk kapal India. Sebulan yang lalu, Tiongkok telah menyerukan kepada kapal angkatan laut India untuk meninggalkan perairan Vietnam oleh karena Tiongkok mengklaim perairan tersebut sebagai “perairan Tiongkok.” Tiongkok mengklaim bahwa semua perairan Laut Cina Selatan berada di bawah kedaulatan Tiongkok. Laut Cina Selatan ini merupakan jalur maritim yang penting dan juga diyakini mengandung cadangan minyak dan gas yang besar.

Negara-negara ASEAN Klaim Hal yang Sama

Beberapa negara ASEAN seperti Brunei, Malaysia, Filipina dan Vietnam juga menyatakan hal yang sama bahwa mereka memiliki hak atas perairan Laut Cina Selatan. Selain negara-negara tersebut, Taiwan juga ikut menuntut hal yang sama.

India dan Tiongkok telah lama terlibat dalam sengketa pahit atas perbatasan bersama mereka. Beberapa kali kedua belah pihak saling menuduh bahwa tentara negara tetangganya telah menyeberang ke wilayah yang lain.

Ketegangan telah meningkat di sebuah perbatasan daerah terpencil pada bulan lalu ketika ratusan tentara Tiongkok diduga pindah ke wilayah yang diklaim adalah milik India. Hal ini menimbulkan ketegangan selama kunjungan Presiden Tiongkok, Xi Jinping ke India pada beberapa waktu yang lalu.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana