Siapakah CEO Baru Total?

(Business Lounge – Business Insight)-Pasca meninggalnya Presiden Komisaris sekaligus CEO Total, SA Christophe de Margerie dalam kecelakaan pesawat di Moskow Senin, 20 Oktober lalu maka Total diharapkan dapat segera mengangkat CEO baru guna mengatasi pelemahan harga minyak.

Menurut pihak perusahaan, seperti yang dilansir oleh The Wall Street Journal, telah berhembus kabar bahwa Total akan menggelar rapat dewan direksi darurat pada Rabu, 29 Oktober. Rapat ini diadakan untuk memilih CEO terbaru. Pembahasan lainnya dikabarkan bahwa dewan direksi diperkirakan akan memisahkan jabatan presiden komisaris dan CEO.

Setidaknya ada dua nama yang masuk bursa pemilihan. Mereka adalah Patrick Pouyanné dan Philippe Boisseau. Posisi Pouyanné saat ini cukup strategis yaitu sebagai kepala divisi kilang dan kimia Total. Sedangkan Boisseau sebagai kepala operasi energi terbarukan dan pemasaran. Kabar lainnya, Direktur Thierry Desmarest, yang pernah menjabat presiden komisaris hingga 2010, juga akan diminta kembali menduduki posisi itu.

Sepuluh tahun lalu, pada masa kepemimpinannya, de Margerie selalu mengarahkan perusahaannya untuk menjauh dari ladang minyak tua di Eropa. Sebagai konskuensinya, Total akhirnya memilih bernegosiasi di negara sarat konflik tetapi kaya minyak, daripada hanya berhasil meraih keuntungan yang sedikit di negara yang politiknya stabil dan aman.

De Margerie meyakini bahwa sumber minyak dunia memiliki pasokan terbatas. Dirinya juga percaya kalau di masa yang akan datang sejumlah perusahaan minyak nantinya pasti akan beroperasi juga di kawasan sulit agar tetap bertumbuh.

Aidan Heavey, seorang CEO Tullow Oil PLC, menyatakan bahwa de Margerie dikenal sebagai sosok yang suka blusukan untuk melihat langsung proyek perusahaan dan memiliki minat personal dalam proyek-proyek perusahaan serta sangat memahami operasional setiap proyek.

Berbagai usaha telah dilakukan untuk memajukan perusahaan dan meningkatkan hasil produksi minyak Total. Bahkan de Margerie juga berusaha mendiversifikasi perusahaan secara geografis. Namun demikian, produksi Total tetap tercatat turun dari 2,5 juta barel minyak dan gas alam per hari pada tahun 2003 menjadi 2,3 juta pada tahun 2013.

De Margerie sendiri menjadi CEO Total pada tahun 2007. Pada tahun 2003, saat de Margerie masih menjabat sebagai kepala eksplorasi,  Total diketahui sangat bergantung pada Eropa. Sumbangan Eropa saat itu tercatat lebih dari sepertiga keseluruhan produksi Total sementara ladang-ladang tua di Inggris dan Laut Utara Norwegia hanya menyumbang lebih dari 30% keseluruhan kuota minyak dan gas Total.

Saat ini situasinya sangat berbeda, pada tahun lalu Eropa diketahui hanya memberi kontribusi sekitar 17% dari keseluruhan produksi Total. Penurunan ini terjadi akibat langkah besar de Margerie ke Rusia dan juga langkah ekspansi ke Timur tengah. De Margerie menggunakan relasinya dengan pemimpin asing untuk memuluskan bisnisnya.

Kawasan Rusia sudah dipastikan akan terus menjadi salah satu sumber utama Total. Menurut FactSet, Rusia menyumbang 9% produksi Total pada tahun 2013. Menguat dibanding kurang dari 1% pada satu dekade sebelumnya. Kenaikan terutama didorong akuisisi 15,5% saham di OAO Novatek, produsen minyak dan gas mandiri terbesar Rusia.

Sementara produksi unit Timur Tengah Total tahun lalu sebesar 23% dari keseluruhan kuota perusahaan. Angkanya naik dari 17% pada tahun 2003. Hal ini terjadi karena dukungan proyek-proyek yang berjalan di Abu Dhabi.

 

Febe/Journalist/VMN/BL
Editor: Tania Tobing
Image:wikimedia