Untuk Pertama Kalinya sejak 1979, Boeing Berbisnis dengan Iran Air

(Business Lounge – Business Insight) Sebagai tanda mulai menghangatnya hubungan AS dan Iran, perusahaan kedirgantaraan Amerika Boeing mengumumkan menjual produk spare part-nya kepada Iran Air pada kuartal ketiga. Tindakan ini mengakhiri pembekuan yang terjadi selama 35 tahun yang dimulai dengan krisis sandera US pada tahun 1979.

Boeing, mengambil keuntungan dari penurunan sanksi terhadap Iran, yang disepakati pada November 2013. Penurunan sanksi tersebut sebagai dampak Iran bersedia untuk menghentikan semua penelitian yang terkait dengan nuklir selama enam bulan.

Beberapa bagian pesawat Boeing pun dilaporkan telah dijual kepada maskapai nasional Iran dengan ilia $ 120,000 dan dengan demikian diharapkan akan adanya iklim investasi yang lebih baik antara Boeing dan Iran, demikian dilansir Aljazeera.

“Selama kuartal ketiga 2014, kami menjual manual pesawat, gambar, dan grafik navigasi dan data kepada Iran Air,” kata Boeing dalam laporan kuartalannya. Penjualan diperoleh Boeing $ 120.000 laba kotor, menurut laporan tersebut.

Departemen Keuangan AS mengeluarkan lisensi pada bulan April yang mengizinkankan Boeing untuk memberikan “suku cadang dengan tujuan untuk keselamatan” kepada Iran untuk “jangka waktu yang terbatas.” Meskipun kedirgantaraan AS dan perusahaan pertahanan tidak diizinkan untuk menjual pesawat ke Iran, namun lebih banyak bagian yang bisa dijual ke Iran Air pada masa depan. Namun Boeing masih tidak diperbolehkan untuk menjual pesawat baru untuk Iran.

“Kita mungkin terlibat dalam penjualan tambahan sesuai dengan lisensi ini,” tambahnya.

Hubungan internasional dengan Iran meningkat secara dramatis menyusul kesepakatan nuklir interim antara Teheran dan kelompok kekuatan global pada bulan November 2013. Setelah kesepakatan itu, AS, Prancis, Inggris, Rusia, Cina dan Jerman sepakat untuk mengurangi sanksi terhadap Teheran.

Sejak rezim saat sanksi itu diberlakukan, Iran telah mengalami berbagai bencana udara.

Pada 9 Januari 2011, sebuah Iran Air Boeing 727 melakukan pendaratan paksa di luar Teheran-Mehrabad Airport, menewaskan 105 korban jiwa.

Perusahaan AS lainnya telah mengatakan mereka ingin melakukan bisnis dengan Iran ketika dilonggarkannya sanksi kepada Iran, termasuk General Electric, yang pada Februari meminta izin untuk menjual suku cadang pesawat ke Iran.

Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah memberlakukan sanksi ekonomi yang berat terhadap Iran dalam beberapa tahun terakhir, dengan tujuan untuk menekan Teheran secara dramatis untuk mengurangi program nuklirnya untuk jangka waktu yang panjang agar tidak mengembangkan senjata nuklir.

Iran telah gigih bersikeras program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana