Memiliki Sikap Positif Ketika Berhadapan Dengan Penolakan

(Business Lounge – Dominate The Market) Penolakan bukan hal yang baru bagi seorang sales, setiap sales pasti pernah mengalaminya. Bahkan mungkin dari 40 pelanggan yang dihubungi, hanya dua yang menerima penawaran dan memutuskan untuk membeli. Tidak mudah menawarkan produk kepada pelanggan, apalagi jika produk yang dijual adalah produk yang umum dipasaran dan memiliki banyak pesaing. Sebab itu sebagai seorang sales selain harus memiliki produk knowledge yang baik, maka kemampuan mengeksplor kelebihan dan keuntungan dari pemakaian produk tersebut juga akan sangat menentukan.

Itu juga yang membedakan sales yang satu dengan sales lainnya. Ada sales yang tetap bersemangat sekalipun ditolak, kadang ini juga yang membuat pelanggan yang tadinya tidak tertarik akhirnya tertarik. Tapi ada juga sales yang cepat menyerah atau bahkan tidak berani untuk menawarkan kembali ketika ditolak. Ditolak bukan menjadi akhir dari segalanya. Jalan keluarnya tergantung dari bagaimana sales berpikir tentang dirinya. Berpikir positif itu yang harus dimiliki oleh seorang sales. Ketika sales melihat hal yang positif maka segala hal yang negatif tidak akan terlihat. Bersikap optimis untuk meraih keberhasilan.

Apa yang ada di dalam pikiran sales tersebut itulah yang akan mempengaruhi tindakan, ketika sales menghadapi penolakan sebagai suatu tantangan dan tidak menyerah maka akan mempengaruhi tindakannya untuk tetap kembali menawarkan produknya. Fokus pada hal-hal yang positif dengan tidak melihat penolakan sebagai hambatan yang akan memberhentikan langkah sales. Tetapi kalau penolakan menjadi penghalang, maka akan menghalangi sales untuk bergerak maju dan meraih keuntungan.

Beberapa hal yang dapat membuat sales berpikir positif :

1. Miliki target yang harus dicapai. Dengan memiliki target yang harus dicapai maka sales tahu bahwa target tersebut harus dicapai sehingga tidak ada kesempatan untuk mundur hanya karena penolakan. Tetapi jika tidak tahu apa yang harus dicapai, membuat penolakan itu menjadi hambatan dan berhenti. Suatu tujuan yang jelas akan membuat hasil yang jelas juga. Tetapi sebaliknya tujuan yang tidak jelas maka akan membuat hasil yang tidak jelas juga.

2. Buat daftar hal-hal yang dapat disyukuri, banyak orang tidak tahu hal apa yang ada dalam hidup yang dapat disyukuri. Jika seorang fokus pada hal yang negatif maka mereka tidak dapat melihat bahwa ada hal positif yang terjadi. Jika Anda membuat daftar dari hal-hal yang dapat disyukuri maka Anda dapat melihat hal yang positif.

3. Singkirkan hal-hal negatif yang dapat mempengaruhi, misalnya begitu banyak pengaruh dari sekitar yang mengatakan hal-hal yang negatif dan tidak membangun. Biasanya banyak sales senior yang sudah bekerja lebih lama dan memiliki kekecewaan terhadap perusahaan, dapat membawa dampak negatif kepada sales baru. Kata-kata negatif dapat mempengaruhi sales untuk berpikir positif. Hal negatif seperti obat jika membuka diri kepada orang-orang yang mempunyai hal negatif maka akan dapat mempengaruhi kehidupan.

4. Lihatlah kemajuan yang diraih, melihat kepada tujuan maka Anda dapat melihat seberapa yang sudah Anda capai. Masihkah bergerak di tempat hanya karena hal negatif yang menghalangi untuk maju atau Anda telah meraih hasil, sekalipun tujuan itu belum tercapai.

Mana yang Anda pilih fokus kepada hal yang positif dan membuat Anda menjadi lebih maju atau tidak meraih apa-apa karena selalu berpikir negatif. Semoga bermanfaat.

Mevy Sinambela/Contributor/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana