Bagaimana Melindungi Data Penting Pribadi?

(Business Lounge – Manage Risk) Setiap data yang berisi informasi dapat dikategorikan ke dalam beberapa golongan sesuai dengan risiko yang ditimbulkan. Dalam dunia perbankan, data mengenai nasabah, strategi bisnis, langkah-langkah untuk mencapai target bisnis atau produk baru yang akan diluncurkan dikategorikan sebagai data “restricted” atau “confidential” karena bersifat rahasia. Namun ada juga data yang dipublikasikan secara umum melalui media massa seperti harga saham, tingkat suku bunga dan laporan keuangan sehingga dikategorikan sebagai data “public“. Berkaitan dengan data pribadi, kita berkewajiban menjaga agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak berkepentingan.

Data yang dapat dikategorikan sebagai data “restricted” atau “confidential” di antaranya:

1. Data yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (Nama, tanggal lahir, alamat) dan nama ibu kandung.

Dalam proses pengajuan kartu kredit baru, pembukaan rekening baru sampai proses pengajuan pinjaman kredit dengan pihak bank, maka ketiga data tersebut menjadi semacam “keyword” atau data unik yang harus di cantumkan. Tujuannya adalah apabila ada nasabah dengan nama yang sama maka dapat dibedakan melalui tanggal lahir dan nama ibu kandung. Apabila informasi ini anda berikan kepada orang lain, maka orang tersebut memiliki akses untuk menelusuri keuangan Anda. Beberapa cara meminimalisasi risiko adalah dengan menyimpan ktp ditempat yang aman, tidak membiarkan fotokopi ktp Anda tercecer di mesin fotokopi kantor, dsb.

2. Data Password

Data berisi password bersifat rahasia, bahkan penamaan password juga di himbau memiliki karakteristik yang unik, misalnya kombinasi antara huruf dan angka, tidak disarankan menggunakan tanggal lahir, tanggal pernikahan atau nama pribadi. Dapat disimpulkan bahwa penamaan password haruslah unik dan tidak mudah di tebak. Password alamat email, password pin ATM, password internet banking, password telephone banking, password handphone atau gadget dan bahkan password untuk akses ke komputer Anda (baik komputer kantor atau milik pribadi) adalah contoh-contoh password yang bersifat rahasia dan tidak diperkenankan untuk diketahui orang lain. Cara untuk terhindar dari pencurian data password adalah dengan mengganti password Anda secara rutin dan konsisten, hindari hal-hal sepele namun membahayakan seperti mencatat nomor pin ATM Anda di sebuah kertas lalu menempelkan kertas tersebut di kartu ATM Anda. Kemduian, jangan pernah memberitahukan password Anda ke siapapun termasuk kepada bos Anda di kantor.

3. Data kartu kredit dan 3 digit kode rahasia

Kartu kredit merupakan alat pembayaran modern yang dapat dipergunakan hampir dalam semua transaksi, baik di dalam maupun di luar negeri. Ada 3 digit kode rahasia di balik kartu kredit Anda yang disebut CSC (Card Security Code), atau CVV (Cardholder Verification Value) atau disebut juga CVN (Card Verification Number). Anda dapat melakukan transaksi pembayaran secara online atau via internet dengan memasukkan kode tersebut sebagai salah satu syaratnya. Anda dapat membeli tiket pesawat secara online, booking kamar hotel sampai belanja berbagai barang kebutuhan yang tersedia di internet. Sehingga beberapa hal yang harus selalu Anda perhatikan di antaranya:

– Jangan pernah Anda berikan informasi ini kepada siapapun.

– Jangan pernah meminjamkan kartu kredit Anda pada siapapun.

– Setelah Anda menerima kartu kredit, segera menandatanganinya.

– Tutupi 3 digit kode rahasia setiap kali Anda hendak memfotokopi kartu kredit.

– Gunting kartu kredit yang sudah tidak terpakai atau sudah tidak aktif, disarankan agar menggunting di bagian yang terdapat chip.

Menjaga identitas penting pribadi Anda agar tetap rahasia merupakan sebuah kewajiban agar terhindar dari risiko-risiko kerugian yang lebih besar, yang dapat menyangkut nama baik dan juga kerugian (loss) secara finansial.

H. Wijaya/Contributor/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana