(Business Lounge – Business Insight) Sebuah perusahaan besar pengecer ponsel milik Inggris, Phones 4u mengalami kebangkrutan sehingga terpaksa menutup 362 buah toko dan memberhentikan 1.700 karyawannya demikian dinyatakan pada Senin (22/9) seperti dilansir oleh The Guardian. Sedangkan sekitar 700 karyawan lainnya masih dipekerjakan dalam proses penutupan perusahaan ini. Dalam keterangan yang dirilis oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), bahwa hari itu telah menjadi hari yang sangat menyedihkan bagi semua karyawan Phones4u.

Sebelumnya, perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan ekuitas swasta BC Partners ini, memiliki omset sebesar £ 1miliar (19,6 triliun rupiah) dengan 700 toko dan mempekerjakan 5.596 orang di seluruh Inggris sebelum akhirnya gulung tikar. Operator seluler terbesar di Inggris, EE mengatakan akan mengambil alih 58 toko Phones 4u seharga £ 2,5juta (49 miliar rupiah) beserta 360 karyawannya.

Sedangkan pekan lalu, raksasa ponsel Vodafone setuju dengan PwC untuk mengambil alih 140 toko lainnya dari Phones 4u serta 887 karyawannya. Dixons Carphone juga sudah mengatakan akan mengambil 800 staf yang bekerja di 160 situs Phones 4u dalam toko Currys / PC World. Secara total, lebih dari 2.000 pekerjaan Phones 4u telah aman.

Penyebab Bangkrutnya Phones 4u

EE selaku operator seluler telah menolak untuk memperbaharui kontrak penjualan perangkat melalui dealer. Sehingga EE yang memiliki jaringan Orange dan T-Mobile tidak akan melakukan melakukan penjualan ponsel melalui toko-toko. Keputusan EE ini memperparah kondisi yang telah ditimbulkan Vodafone yang telah menarik bisnisnya lebih dahulu. Sedangkan pada awal tahun, jaringan rival O2 juga telah menghentikan penjualan melalui pengecer ini.

Kemarahan Pendiri Phones 4u

Runtuhnya Phones 4u memicu kemarahan pendiri Phones 4u, John Caudwell, yang menyalahkan para pemasok jaringan mobile dan pemilik ekuitas swasta, BC Partners. BC telah mengakuisisi jaringan ritel pada tahun 2011 dengan € 770m (11,8 triliun rupiah), namun membebani hutang sebesar £ 635m (12,4 triliun).

Caudwell, yang memulai jaringan toko ponsel ini pada tahun 1980-an dan menjualnya senilai £ 1.5miliar (29 triliun rupiah) pada tahun 2006. Sebenarnya Phones 4u telah tumbuh menjadi pengecer telepon seluler besar yang independen di Inggris. Perusahaan ini merupakan bagian dari Grup 4u yang berbasis di Newcastle-under-Lyme, Staffordshire.

Vodafone, EE dan jaringan pengecer lainnya telah menolak untuk menjadi pengecer sebagai sebuah strategi untuk mengurangi persaingan dan memperbesar margin mereka.

Caudwell mengecam Vodafone yang telah mendapatkan banyak keuntungan dari Phones 4u selama lebih dari 25 tahun.

Sedangkan EE mengatakan keputusannya untuk tidak memperpanjang kontraknya, yang memicu runtuhnya Phones 4u oleh karena tidak memiliki mitra jaringan, sebagian didorong oleh kekuatiran kelangsungan hidup pengecer pada jangka panjang.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: wikipedia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.