Mengintip Kehidupan Jack Ma, Pendiri Alibaba

(Business Lounge-Business Today)-Siapa yang menyangka bahwa pada awalnya, Jack Ma hanyalah seorang guru bahasa Inggris yang hidup sederhana. Lahir dari sebuah keluarga yang juga sederhana. Ma bahkan tidak pernah menikmati bangku kuliah karena 2 kali gagal saat mengikuti ujian masuk universitas. Pendidikan terakhirnya hanyalah dari salah satu akademi lokal di Tiongkok bernama Institut Keguruan Hangzhou.

Ma sama sekali tidak mempunyai latar belakang yang kuat di dunia teknologi maupun internet. Kedua orang tuanya merupakan seniman teater tradisional. Ma belajar bahasa Inggris demi mendukung pekerjaannya sebagai pemandu wisata di Hangzou. Bayarannya hanyalah ucapan terima kasih alias tidak dibayar.

Semangatnya memang tiada terkira. Intuisinya dalam berbisnis sangat tajam. Bayangkan saja disaat tak banyak orang mengenal komputer, Ma memutuskan untuk mendirikan perusahaan kecil yang merupakan perusahaan internet pertama di Tiongkok bernamakan China Pages di sebuah ruangan kosong dengan hanya satu meja dan satu komputer tua.

Tapi siapa menyangka kini perusahaan itu telah menjelma menjadi perusahaan raksasa dunia. Dari China Pages, Ma memutuskan untuk mengembangkan perusahaannya menjadi suatu situs jual-beli online bagi usaha kecil dan menengah. Pada tahun 1999, bersama teman-temannya, Ma membangun usaha Alibaba ‘kecil’ di sebuah kamar apartemen yang kini telah dikenal sebagai perusahaan yang akan melakukan IPO terbesar sepanjang sejarah dengan target capaian $21,8 miliar.

Jack Ma tentu tak pernah bermimpi menjadi seperti ini namun, Ma mengerjakan semua hal dalam hidupnya dengan giat dan tekun sehingga sekalipun Ma tak pernah memimpikannya tapi Ma memperoleh apa yaang merupakan kerja kerasnya.

Ma sekarang tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia menurut Forbes. Ma berada pada posisi ke 122 dengan kekayaan mencapai 110 triliun rupiah. Hidup telah menjadi sangat mudah baginya namun Ma masih punya beberapa misi yaitu membangun sebuah universitas khusus para pebisnis pemula di kampung halamannya di Hangzhuo.

Kesuksesan Ma dan Alibaba bahkan telah membuat seorang pengusaha Jepang, Masayoshi Son menjadi konglomerat terkaya saat ini di Jepang dengan kekayaan senilai USD 16,6 miliar. Selidik punya selidik, perusahaannya, Softbank memiliki 34% saham Alibaba dan telah mengalami kenaikkan hingga 16% sejak awal minggu ke-3 September ini.

Kini ditengah kesibukkan menjalan bisnis, Ma turut menjadi motivator bagi mereka yang mau memulai usaha. Bagi Ma tak ada yang tidak bisa asalkan mau terus mencoba dan tak menyerah. Suatu pelajaran hidup yang telah Ma buktikan selama 20 tahun terakhir ini.

 

Febe/Journalist/VM/BL
Editor: Tania Tobing