Memberikan Wewenang kepada Karyawan

(Business Lounge – Lead & Follow) Apakah Anda seorang pemimpin yang dengan mudah dapat memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada karyawan? Jangan lupa, bahwa Anda perlu memberikan ruang gerak bagi karyawan Anda untuk dapat berkembang. Bentuk kepercayaan dan tanggungjawab merupakan motivasi diri bagi seorang karyawan. Bayangkan jika Anda mempercayakan suatu tugas kepada bawahan Anda dengan memberikan ruang baginya untuk dapat mengembangkan sendiri apa yang menjadi ekspertis atau keahliannya. Tentuk ada suatu kepuasan bagi karyawan karena leluasa untuk meningkatkan kemampuannya. Jadikanlah orang-orang yang bekerja bagi Anda memiliki kesempatan yang dibutuhkan untuk dapat berkembang dalam pekerjaannya.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan memberikan mandat atau “kekuasaan” yang Anda miliki kepada mereka. Ada alasan khusus mengapa Anda perlu melakukan hal ini.  Saya berikan sedikit gambarannya, bayangkan jika Anda dalam posisi sebagai seorang karyawan, dan Anda mendapatkan power lebih besar dari atasan. Maka Anda akan cenderung menjadi lebih percaya diri. Demikian pula yang akan dialami oleh karyawan Anda. Pikirkanlah bahwa kekuasaan yang diberikan akan “mengangkat” karyawan Anda untuk mewakili Anda atau menjadi representasi Anda. Apa yang kemudian dapat dicapai? Selain merasa percaya diri maka karyawan Anda akan berkembang menjadi lebih cakap atau dengan kata lain mereka akan menjadi lebih berkembang. 

Namun sebaliknya, jika Anda sulit untuk memberikan kepercayaan atau mendelegasikan wewenang kepada karyawan Anda maka karyawan merasa tidak dihargai atau dianggap “remeh” perannya dalam keseluruhan operasional perusahaan. Secara mental mereka akan menjadi kurang percaya diri untuk mengemban tanggung jawab dan memegang wewenang. Lebih buruk lagi kinerja mereka akan cenderung turun dan bisa berada di bawah rata-rata. Selain itu, mereka juga akan cenderung lebih banyak mengeluh dan tidak merasa nyaman bahkan ingin keluar dari perusahaan.

Sebagai seorang pemimpin Anda bertugas untuk mempengaruhi lingkungan kerja, memberikan motivasi untuk karyawan bersemangat dalam bekerja. Itulah sebabnya mengapa Anda perlu memberikan motivasi dalam bentuk menyerahkan wewenang dan tanggung jawab kepada anak buah Anda. Namun pada kenyataannya banyak pemimpin yang kurang peduli atau tidak punya kepekaan atas apa yang dapat mempengaruhi moral karyawan untuk dapat memotivasi karyawan.  Untuk tipe pemimpin seperti ini cenderung untuk menguasai secara dominan pekerjaan. Atau semua tugas dan pekerjaan tersentralisasi hanya pada pemimpin. Wewenang hanya dimonopoli hanya di tangan pemimpin. Tanpa ada pemberian wewenang kepada bawahan atau karyawannya. Pemimpin seperti ini lupa, bahwa fungsinya  bukanlah untuk mengklaim kekuasaan itu, namun menjadikannya sebagai sumber daya dan sarana untuk mencapai tujuan.

Ingatlah bahwa tugas dan tanggung jawab Anda sebagai seorang pemimpin adalah untuk terus memberikan dorongan kepada orang yang Anda pimpin untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Seperti halnya ilustrasi berikut ini, jika Anda seorang Nakhoda yang memimpin di sebuah kapal layar, bagaimana Anda bisa mencapai tujuan bersama jika Anda seorang diri? Tentu Anda akan percaya dan menyerahkan wewenang kepada masing-masing orang yang memiliki tugasnya masing-masing di kapal tersebut. Dengan demikian kapal tersebut dapat berlayar atau bergerak menuju lokasi pelabuhan yang dituju. Anda tidak dapat seorang diri menjalankan kapal tersebut.

Jadi jika menyerahkan wewenang yang Anda miliki berdampak pada peningkatan kinerja, maka itulah yang harus Anda lakukan. Dengan menyerahkan wewenang maka Anda telah berbagi tanggung jawab. Hal ini berarti Anda membantu karyawan menemukan motivasi lebih besar terhadap pekerjaan mereka.

Berikut ini ada beberapa contoh kasus untuk kita dapat lebih memahami pentingnya memberikan wewenang kepada karyawan Anda:

Bantulah para karyawan menerima tanggung jawab sebagai bagian dari motivasi.

Ketika para karyawan mengandalkan diri mereka sendiri agar tetap termotivasi, berarti mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri. Ini juga berarti bahwa mereka bertanggung jawab terhadap tingkat keberhasilan yang dapat mereka capai. Bantulah para karyawan dengan memberikan penugasan atau proyek khusus, dan bebaskan mereka untuk melihatnya sebagai karya mereka sendiri. Hal ini akan memicu lepasnya energi dan lahirnya motivasi luar biasa di antara para karyawan yang terlibat. Namun perlu Anda ingat, janganlah terlalu mengatur bagaimana seharusnya tugas atau proyek tersebut dikerjakan, karena justru akan dapat meruntuhkan motivasi sekaligus mematikan kreativitas.

Berikan kesempatan bagi karyawan untuk memiliki inisiatif yang dapat “mengambil” wewenang dari Anda.

Dengan demikian, Anda telah memberikan mereka tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih efektif dan efisien menurut cara mereka sendiri.

 Definisikan kembali peran Anda sebagai seorang Pemimpin

Mulailah dengan memperluas lingkaran pengaruh dari setiap karyawan yang Anda pimpin. Jangan biarkan para karyawan merasa dibatasi oleh posisi dan jabatan mereka. Cobalah mendefinisikan pekerjaan lebih luas, dengan demikian memberi ruang bagi kreativitas dan otonomi. Hapus kebijakan dan peraturan yang menghambat karyawan, dan selalu dukung penilaian logis serta penggunaan nalar.

Melalui apa yang sudah disampaikan di atas jelas bahwa sama seperti Anda sebagai seorang pemimpin yang tentu saja tidak langsung menjadi pemimpin. Anda akan melewati sebuah proses ketika Anda dipimpin yaitu saat Anda memerlukan ruang untuk berkembang, ruang untuk berkreasi dan motivasi. Demikian pula saat ini jika Anda seorang pemimpin maka hal tersebut juga yang diperlukan karyawan Anda. Sebuah wewenang dan tanggung jawab adalah energi positif yang dapat memberikan stimulus bagi karyawan untuk berkembang dan termotivasi dalam mencapai tujuan bersama perusahaan. Jangan Anda batasi tapi berikan wadahnya dan Anda menjadi motivatornya.

P. Adi/Contributor/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana