Kanselir Jerman Dapatkan Seoul Peace Prize 2014

(Business Lounge – News & Insight) Pada Rabu (17/9), Kanselir Jerman Angela Merkel mendapatkan penganugerahan “2014 Seoul Peace Prize” (Hadiah Perdamaian Seoul 2014). Hal ini dipertimbangkan atas tindakan Merkel yang bersedia mengakui kejahatan perang Jerman.

Kanselir Jerman Angela Merkel memang patut dihargai oleh karena tindakannya yang berani mengakui kejahatan perang Jerman pada jaman Holocaust Nazi. Hal ini diperhitungkan sebagai sebuah kesadaran dan tindakan penghargaan atas martabat dan hak asasi manusia. Tidak hanya mengakui, Merkel pun meminta maaf berulang kali serta menyatakan mau bertanggung jawab atas kejahatan perang Jerman di masa lalu.

Yayasan ini juga memuji Merkel untuk membantu mengatasi krisis ekonomi Eropa.

“Dia juga telah mengirimkan pesan kepada negara-negara yang mengingkari kejahatan perang yang pernah dilakukan pada masa lalu dan mendesak negara-negara tersebut untuk mengambil tindakan yang tepat demi kemanusiaan,” demikian dinyatakan oleh yayasan tersebut seperti dilansir oleh AFP.

2014 Seoul Peace Prize

2014 Seoul Peace Prize merupakan penghargaan dua tahunan yang mulai diberikan pada tahun 1990 dalam rangka memperingati keberhasilan Olimpiade Seoul musim panas pada tahun 1988.

Hadiah Perdamaian Seoul ini diberikan untuk mencerminkan keinginan rakyat Korea akan kedamaian yang abadi di muka bumi ini. Mereka yang menjadi nominasi terdiri dari 300 warga Korea, dan 800 tokoh internasional. Pemenang penghargaan ini akan menerima sebuah gelar, piagam dan hadiah sebesar US $ 200.000 (2,2 miliar rupiah).

Beberapa tokoh yang pernah menerima penghargaan ini juga dicalonkan menjadi penerima Nobel Perdamaian, termasuk Médecins Sans Frontières dan Dr Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, Bangladesh yang mempelopori konsep kredit mikro untuk mendukung inovator di beberapa negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Seoul Peace Prize pada tahun 2012 diberikan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Presiden Ceko Vaclav Havel dan Medecins Sans Frontieres (Dokter Tanpa Batas).

Kritik Kepada Jepang

Korea Selatan sebenarnya berharap Jepang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Jerman. Namun Jepang berulang kali menghindar. Hal ini pun sangat disesalkan oleh Korea Selatan, demikian dilansir oleh AFP.

Korea Selatan pernah membuat sebuah kritikan tersirat untuk Jepang atas apa yang pernah Jepang lakukan pada tahun 1910 – 1945 pada jaman pemerintahan kolonialnya di Semenanjung Korea. Namun hal ini tidak juga cukup membuat Jepang menyatakan penyesalannya.

Atas sikap Jepang ini yang berbeda dengan sikap Jerman, Merkel menolak untuk memberikan komentar. Merkel mengatakan bahwa dia tidak memiliki hak untuk mengomentari pemerintah Jepang, tetapi ia menambahkan bahwa dari sudut pandang Jerman, adalah penting ‘untuk tidak membiarkan terulangnya sebuah sejarah yang pernah terjadi dengan sangat tragis’.

Upacara penghargaan akan diselenggarakan pada Kamis (18/9) di Seoul.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana