Beijing Umumkan Regulasi Ekspatriatnya, Standar Kerja di Tiongkok Diperketat

(Business Lounge – News & Insight) Pemerintah Kota Beijing telah mengumumkan standar kerja baru bagi orang asing yang ingin bekerja di pusat ibukota negeri Tiongkok.  Standar baru ini dikeluarkan pasca meningkatnya pekerja asing/ekspatriat di kota tersebut sehingga pemerintah perlu untuk memperketat persyaratan perekrutan tenaga kerja asing di ibukota Tiongkok tersebut .

Standar baru ini merupakan keputusan bersama yang dirilis oleh Beijing Human Resources and Social Security Bureau,  Foreign affairs office of Beijing  dan  Beijing Municipal Commission of Education  yang bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja asing yang bekerja di negeri tersebut.

Standar Kerja di Tiongkok
Dalam keputusan 3 institusi yang dijelaskan diatas terdapat  beberapa persyaratan bagi pekerja asing yang ingin bekerja di kota tersebut. Pertama, Beijing membatasi usia pekerja tersebut yang harus berusia antara 18 hingga 60 tahun.

Kedua, warga asing itu harus memiliki ijazah sarjana atau gelar yang lebih tinggi dan memiliki pengalaman kerja selama dua tahun pada pekerjaan terkait. Namun bagi ekspatriat yang tidak memiliki ijazah pendidikan yang tinggi pekerja asing yang bekerja di bidang teknologi tinggi harus memiliki kualifikasi teknologi asing yang ditetapkan.

Untuk tenaga kerja asing yang bekerja  setelah tanggal 3 Oktober 2014 untuk mengajar bahasa di sekolah dasar atau preschool harus memiliki sertifikat guru Tiongkok atau sertifikasi  pengajaran bahasa Internasional, termasuk English as a Foreign Language (TEFL), Teaching English as a Second Language (TESL), and The Teaching Knowledge Test (TKT).

Dan bagi pekerja yang mengajar disiplin ilmu selain studi bahasa harus memiliki minimal lima tahun pengalaman kerja di bidang yang terkait. Dan selain tidak memiliki catatan kriminal, pekerja asing tersebut harus sehat dan pastinya memiliki paspor atau dokumen yang masih berlaku.

Setelah persyaratan tersebut sudah dilengkapi, calon ekspatriat tersebut harus mendapat ijin juga dari  Chinese human resources and social security officials, and a residence certificate, demikian disebutkan sebelumnya seperti yang dilansir China Economic

Jumlah pekerja asing yang bekerja di Beijing hingga bulan lalu sekitar 37.000 ekspatriat bekerja  secara permanen, dan mereka terutama berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Jerman dan Australia,  yang bekerja dalam bidang teknologi informasi, komputer, pendidikan dan bisnis konsultasi.

Polisi di Tiongkok bersama dengan Beijing Human Resources and Social Security Bureau akan mengawasi para ekspatriat tersebut, dan bagi mereka yang tidak dapat memenuhi persyaratan di atas akan dihukum bersama dengan majikan mereka serta lembaga/personal  yang memperkenalkan pekerjaan tersebut.

Joel/Journalist/VM/BL
Editor : Jul Allens
image : YChinese