Yahoo_701_First_Avenue
Yahoo_701_First_Avenue

Yahoo Terancam Denda Besar Karena Menolak Membocorkan Data Pengguna

(Business Lounge – News & Insight) Pemerintah pusat AS telah mengancam akan mendenda Yahoo sebesar $ 250 ribu per hari bilamana Yahoo mengabaikan permintaan pemerintah AS atas data pengguna Yahoo dalam kaitannya dengan keamanan nasional, demikian disampaikan oleh pejabat berwenang Yahoo pada Kamis (11/9) seperti dilansir oleh LA Times.

Hal ini pertama kali diumumkan oleh The Washington Post sebagai sebuah pengungkapan bahwa Yahoo telah merilis dokumen yang terdiri dari 1.500 halaman yang berkaitan dengan kasus Yahoo pada tahun 2007 – 2008 yang dianggap menentang badan pengawas hukum AS, demikian disampaikan oleh penasihat umum Yahoo, Ron Bell seperti dilansir oleh LA Times.

Sebelumnya pemerintah memang telah meminta sejumlah informasi dan hal ini merupakan bagian dari tindakan pemerintah untuk memata-matai oknum-oknum tertentu. Namun Yahoo menolaknya. Bell memang mengatakan bahwa setiap dokumen yang dirilis pihak Yahoo tidak serta merta dikeluarkan begitu saja. Yahoo akan selalu berupaya untuk menentang usaha-usaha memata-matai yang dilakukan oleh pemerintah AS.

Departemen Kehakiman AS dan Kantor Direktur Intelijen Nasional juga mengumumkan deklasifikasi dokumen pada Kamis (11/9).

Pihak Yahoo dalam pernyataannya mengatakan bahwa Pemerintah AS memang membutuhkan Yahoo untuk membantu pemerintah AS dalam memberikan informasi terkait intelijen asing yang berada di luar Amerika yang telah menjadi target pengawasan.

Ketika Yahoo menolak untuk mematuhi permintaan tersebut, Yahoo berpendapat bahwa menyerahkan informasi yang diminta pemerintah AS ini akan melanggar hak amandemen ke-4. Namun pemerintah membawa kasus ini ke Foreign Intelligence Surveillance Court (pengadilan badan pengawasan inteligen asing). Pengadilan kemudian memutuskan Yahoo untuk mematuhi permintaan ini. Namu Yahoo menolak dan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Perdebatan antara komitmen menjaga kerahasiaan pengguna vs keamanan nasional telah bertambah sengit tahun lalu Edward Snowden, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional mulai membocorkan rincian program mata-mata agen rahasia.

Dalam PRISM, salah satu sistem Snowden telah terpapara, NSA memperoleh data melalui perintah pengadilan rahasia untuk perusahaan teknologi AS seperti Yahoo, Google dan Facebook. NSA mengumpulkan lebih dari 250 juta komunikasi internet dengan PRISM tahun 2011, menurut keputusan dideklasifikasi oleh Intelijen Luar Negeri Surveillance Court.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: wikipedia