Sisi Kemanusiaan Perencanaan Merger Penilaian dan Analisis “Kecocokan”

(Business Lounge – Manage Your Business) – Merger dan akuisisi dari dua perusahaan diyakini akan memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan keduanya berdiri sendiri-sendiri. Banyak perhatian tercurah pada sisi hukum dan keuangan, seberapa berharganya perusahaan tersebut, tahapan negoisasi, bagaimana pelaksanaan transaksi, dan bagaimana pengaturannya. Sebagian besar analisis ditekankan pada nilai dan keuntungan finansial yang akan didapat melalui pengecekan laporan keuangan, mempelajari proyeksi permintaan dan kapasiatas, dan seberapa besar pemotongan biaya yang diharapkan.

Sementara masalah sinergi silang di sisi riset dan pengambangan, perencanaan produk, masalah pabrikasi, pemasaran dan penjualan kurang diperhatikan. Seringkali pula tenaga teknik, tenaga pemasaran dan jajaran manajerial yang bertanggung jawab tidak terlibat secara penuh. Siapa pula yang akan menangani implikasi organisasi yang timbul, masalah kecocokan dari kedua budaya perusahaan atau faktor-faktor psikologi yang harus ditangani dari penggabungan tersebut.

Pentingnya Kecocokan Diantara Kedua Perusahaan
Kecocokan masalah finansial diantara kedua belah pihak menjadi sangat penting karena harga beli yang melambung akan menimbulkan masalah manajemen hutang, menganggap remeh aliran kas dan penghasilan menuntun perusahaan pada permasalahan harapan pemotongan biaya dan akan merusak nilai perusahaan. Masalah kecocokan strategi menjadi hal penting pula. Pemahaman terhadap status kompetitif, kekuatan, kelemahan, aspirasi dari top eksekutif dan kompetensinya dalam menetukan sasaran dari merger dan akuisisi menjadi penting.

Beberapa kombinasi tes perlu dilakukan untuk mendapatka calon yang diharapkan termasuk didalamnya potensial produk, pemasaran, seberapa bagus kerja sama di bidang manufaktur untuk meminimalkan resiko. Penekanan utama dari masalah ini lebih pada seberapa jauh kecocokan di sisi organisasi sumber dayanya.

Ketidak Cocokan Organisasi
Dalam studi yang dilakukan oleh American Management Association terhadap 100 perusahaan pengakuisisi diperoleh gambaran kurang dari separuhnya mendapat informasi yang baik mengenai pendanaan dan proses perencanaan dari kandidat yang ada dan hanya sepertiganya yang memahami masalah pembelian, persediaan, pengantaran dan sistem kontrol kualitas. Beberapa faktor yang berpotentsi menimbulkan masalah ketidakcocokan:
– Ukuran dan bentuk perusahaan.
– Manajemen kontrol sistem yang diterapkan.
– Sumber daya manusia.

Kecocokan Organisasi
Audit secara keseluruhan dari aspek orgaisaisi perusahaan kandidat bukanlah hal yang mudah. Seberapapun informasi yang didapat akan berguna untuk membangun rancangan kerja dan pemahaman dari setiap anggota tim penyeleksi untuk mengidentifikasi faktor organisasi penting. Sebagai contoh kandidat pada organisai penjualan yang menerapkan gaji yang rendah ataupun komisi yang tinggi perlu dipahami bagaiman tenaga penjualan dihargai. Pada akuisisi yang dilakukan secara suka rela dan bila waktu mengijinkan, pihak pembeli dapat melakukan penilaian organisasi secara menyeluruh.

Penentuan Sinergi Kunci
Merger dan akuisisi yang dilakukan menghasilkan beberapa potensial sinergi yang terkandung di dalamnya. Keputusan top eksekutif untuk menentukan sinergi mana yang akan dipilih akan menjadi penentu kesuksesan organisasi. Hal ini akan memberikan arah bagi para perencana merger dalam menentukan seberapa luas integrasi akan diterap.

Model Integrasi
Tingkatan dari integrasi ditentukan oleh faktor opersional dan sinergi finansial diantara kedua perusahaan:
– Integrasi penuh, banyak dijumpai dalam kasus merger dan akuisisi pada industri yang sama. Dalam merger skala penuh tentu saja sumber daya yang ada diantara kedua perusahaan dapat dikonsolidasikan seperti pemanfaatan laboratoarium, penelitian dan pengembangan, jaringan pemasaran, staf korporat dan lain-lain.
– Integrasi sebagian, dapat dijumpai pada perusahaan yang ingin menambah jenis produksinya atau memperluas pasar yang dikuasai. Jenis integrasi ini dapat mengganggu irama kerja yang telah dicapai sewaktu perusahaan berdiri sendiri. Integrasi sebagian memungkinkan perusahaan memperoleh sinergi produk dan pasar yang diharapkan tapi akan meningkatkan secara dramatis segala kebutuhan untuk koordinasi.

Faktor Kualitatif
Faktor kualitatif dalam perencanaan merger dan pengambilan keputusan merupakan salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Tanpa melakukan pendekatan kualitatif yang sebenarnya, perencanaan merger akan seperti halnya menambah satu dengan satu menjadi nol.

Input Sumber Daya Manusia
Keterlibatan eksekutif di bidang sumber daya manusia dari kedua perusahaan pada tahap awal persetujuan tidak hanya mengurus masalah sumber daya manusia saja tetapi lebih luas pada masalah sisi kemanusiaan yang timbul dari kombinasi perusahaan. Pemberian tes motivasi tenaga kerja dari kedua perusahaan sebagai dampak penerapan berbagai skenario integrasi.

Realistis
Merupakan hal penting untuk berurusan secara tulus dan langsung pada manajemen pihak yang akan diakuisisi pada berbagai tingkatan integrasi. Semakin awal untuk memahami langkah merger yang akan diambil akan memperkecil kemungkinan timbulnya salah pengertian.

Berurusan dengan Perbedaan Budaya
Budaya perusahaan yang berkembang dalam masing-masing perusahaan akan mempengaruhi kinerja para karyawannya. Demikian pula pada saat penggabungan dua budaya perusahaan yang berbeda. Perhatian dibutuhkan dalam mengidentifikasikan luas perusahaan dan keunikan di masing-masing fungsi maupun divisi.

Penilain Terhadap Kemungkinan Resiko
Pada saat pembeli berusaha mencari sinergi kunci dari kombinsi, mereka perlu pula waspada terhadap resiko dan potensial problem:
– Tingkat perputaran tokoh kunci.
– Penolakan penugasan.
– Biaya relokasi atau waktu tunggu.
– Penurunan kinerja pasca merger.
– Kehilangan pelanggan, kapasitas maupun sinergi.
– Masalah moral.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/Managing Partner Business Advisory Vibiz Consulting