Kejahatan Cyber​​ Berkembang Menjadi ‘Industri Raksasa’

(Business Lounge – World News) – Kejahatan Cyber​ telah meningkat secara global dan sekarang menyebabkan kerugian sekitar US $ 600 miliar dalam setahun, para ahli mengatakannya pada Forum Internasional untuk Komunikasi Bisnis di Wina pada hari Rabu malam kemarin, dilansir dari Shanghaidaily.

“Kejahatan Cyber​​ melibatkan bidang yang sangat luas, menjadi industri yang raksasa,” demikian disampaikan Roman Biller, direktur umum perusahaan IT Unisys yang berbasis di AS  ketika di Forum Austria kemarin, menurut surat kabar lokal.

Pada tahun 2013, Amerika Serikat mengalami kerugian sebesar US $ 100 miliar dari kejahatan cyber, 0,64 persen dari PDB, menurut Center for Strategic and International Studies, sebuah think tank milik AS.

Sebuah jumlah yang semakin meningkat dari orang-orang yang berselancar online ini “telah membuka banyak celah,” ditambahkan oleh Biller. Hal ini menunjukkan bahwa 5 persen dari netizens telah menerima email penipuan di mana pengirim mengklaim diri mereka sebagai pewaris sejumlah besar uang, menurut Biller.

Silvia Strasser dari Polisi Kriminal Federal  Austria  mengatakan kejahatan cyber telah bekerja dengan sangat baik dan cukup berhasil “karena saat ini jumlah kliennya sangat  besar. Hampir setiap orang memiliki smartphone”. Menurut International Data Corporation, lebih dari 1,25 miliar smartphone akan dikirim ke seluruh dunia pada tahun 2014.

Hacker dapat melakukan lebih banyak kejahatan karena pelanggaran yang dilakukan relatif “tanpa rasa sakit,” tanpa darah, tidak ada lawan dan tidak ada kontak, ditambahkan oleh Strasser. Korban bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah dibajak, ia menambahkan.

Anggaran perusahaan yang lebih besar untuk meningkatkan keamanan cyber dan memberikan pengetahuan pada pengguna smartphone sangat diperlukan, para ahli memperingatkan. Selain itu pendekatan aktif terhadap kejahatan cyber sangat diperlukan, mengingat bahwa berbagai virus jenis terbaru sering muncul.

Arum/Journalist/VM/BL