Surat Untuk Kamu, Dari ku..

Kepada: Kamu

Kita tidak sedang menghitung luas retakan perbedaan,

Tidak…

Kita justru sedang belajar mengerti dasar kebersamaan,

Percayalah! Ribuan kilo sudah kita tempuh dan hanya tinggal menunggu takdir menyentuh, diujungnya.

Sesungguhnya…waktu selalu tersedia. Hanya saja kita yang kadang bersembunyi, tak berani menampakkan kejujuran diri.

Apalagi yang bisa kurangkum selain doa? Karena selain itu, hanya rindu yang mengembun didalam nadi.

Begitulah cinta, beginilah kita…

Cinta tidak pernah salah, hanya saja sulit dipahami. Ya, betapa sulit memahami maunya hati..

Cinta yang semestinya menuntun kita, ternyata belum mampu melebur dalam diri.

Pada akhirnya kita hanya berpasrah dalam doa, berharap cinta dan kesetiaan akan berjalan beriringan hingga akhir cerita..

Namun, bagaimana jika tidak?

Jika Tidak, mungkin semestinya…

Biarkan cinta dan perpisahaan bergandengan dengan rahasianya..

Terima kasih, Kamu…

Setidaknya, dari padi Aku belajar rendah hati, dan dari kamu aku belajar mencintai..

 

Stephanie Rebecca / Equity Analyst at Vibiz Research/VMN/BL