(Business Lounge – ) Fokus pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap menjaga pertumbuhan ekonomi kerakyatan, dimana pemerintah membuat stimulus pada faktor pendorong ekonomi pedesaan dan selanjutnya proses ekonomi akan berlangsung guna mendorong perbaikan kualitas hidup masyarakat pedesaan .

Pondasi Ekonomi Kerakyatan

Beberapa ekonom yang telah meletakkan dasar ekonomi kerakyatan seperti Ali Wardhana, Emil Salim, Subroto dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti merincikan strategi membangun ekonomi untuk masyarakat pedesaan ini.

Fokus yang dilakukan untuk masyarakat pedesaan adalah :

  • Sektor pangan, ditujukan untuk menciptakan swasembada pangan

  • Sektor kesehatan, dengan membangun Puskesmas dan Posyandu, dimana sarana kesehatan ini juga dimanfaatkan untuk pengendalian penduduk dalam program KB (Keluarga Berencana)

  • Sektor pendidikan, wajib belajar di setiap pedesaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pedesaan.

Model yang dilakukan adalah Push Effect dan Pull Effect, diantaranya :

  • Membangun perairan primer hingga tersier, sehingga para petani mendapatkan kecukupan air untuk pertanian.

  • Menyediakan para penyuluh sehingga infrastruktur yang dibangun tidak disia-siakan tetapi bisa dimanfaatkan oleh para petani dengan maksimal.

  • Membangun pabrik-pabrik pupuk dengan pinjaman lunak untuk mendukung produktifitas hasil pertanian.

  • Membuka jalan lintas pulau hingga ke pedesaan untuk penopang tranportasi sarana pendukung dan hasil pertanian.

  • Mengalokasikan kepadatan penduduk di Jawa ke luar Jawa melalui program transmigrasi untuk menciptakan penggerak ekonomi pedesaan di luar Jawa.

Bergesernya Ekonomi Kerakyatan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diraih selama ini di sisi lain juga menciptakan pergeseran sektoral dari pertanian ke arah manufaktur dan retail yang didorong oleh para pelaku bisnis swasta, sehingga sektor pertanian terutama di Jawa sudah mulai digeser oleh pabrik-pabrik, dan angkatan muda tidak lagi bekerja di sektor pertanian namun sektor retail baik di Mall ataupun sektor retail informal di kota-kota.

Kita tidak bisa menuding sektor manufaktur dan retail sebagai ancaman pembangunan ekonomi kerakyatan, tetapi kita harus mampu mengimbangi pergeseran ini dengan “smart idea” dimana sektor pedesaan harus tetap dijaga keseimbangannya sehingga tidak membahayakan sustainability dari pembangunan di Indonesia ini.

Modernisasi Informasi

Sebuah prinsip ekonomi “siapa yang  menguasai informasi, dia yang menguasai ekonomi” sudah banyak memberi bukti kebenarannya, khususnya di negara-negara yang mengandalkan kekuatan pasar. Para pemodal yang menguasai banyak informasi dan mempunyai kemampuan modal maka dia yang mendapatkan gain, oleh sebab itu seperti peristiwa Occupy Wall Street dimana 100% kekayaan hanya dikuasai oleh 1%, sementara 99% tidak memiliki akses ekonomi yang kuat, hal ini didorong karena penguasaan informasi pasar dan informasi sumber dana.

Salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi pedesaan adalah membuka akses informasi sampai ke desa-desa, yaitu informasi ekonomi. Oleh sebab itu sangat penting untuk menghidupkan Bursa Komoditi dimana informasi harga dan perdagangan komoditi yang berkaitan dengan para petani tersebut bisa diakses hingga ke desa.

Salah satu keberhasilan bursa komoditi di Mumbai – India adalah pergerakan harga bisa dimonitor oleh para petani,  bahkan juga mudah dimonitor di pasar-pasar tradisional. Keterbukaan informasi ini membuat margin yang dikuasai oleh para trader yang notabene memiliki informasi pasar dan ketersediaan komoditi mampu dipotong sehingga efisiensi yang terjadi mampu meningkatkan margin yang bisa dinikmati oleh para petani.

Era teknologi internet, smartphone, media elektronik sekarang ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mendorong ekonomi kerakyatan.

Modernisasi Financing

Permasalahan financing petani kita sekarang ini adalah mendapatkan pendanaan dengan sistem ijon (petani menerima pembayaran dari tengkulak berdasarkan kesepakatan harga hasil panen yang telah ditentukan jauh sebelum masa panen berlangsung), mekanisme ini seringkali menjepit para petani karena ketika masa tanam harga komoditi bisa tinggi tetapi pada masa panen menjadi sangat rendah, harga rendah ini yang biasa dipakai oleh ijon untuk menetapkan harga.

Untuk mengatasi hal ini pemerintah bisa melakukan Price Ceiling seperti yang dilakukan oleh Bulog dalam fungsinya sebagai buffer stock management supaya harga tidak terlalu ekstrim sehingga merugikan petani.

Mekanisme modern adalah perlunya financing dari perbankan atau bahkan para investor melalui bursa komoditi, bila dikembangkan Warehouse Receipt (Resi Gudang). Sekalipun sudah dimulai untuk dicoba di negeri ini dan belum berhasil, namun mekanisme dimana petani bisa memperdagangkan stock komoditi yang dimiliki atau menjaminkannya ke bank melalui perdagangan surat berharga Resi Gudang ini diharapkan akan menjadi solusi financing yang dapat mendorong ekonomi kerakyatan.

Modernisasi Networking

Bila kit berjalan di sebuah kota metropolitan yang hiruk pikuk dan belum pernah kita kunjungi akan lebih mudah bila bersama seorang teman yang tinggal di kota itu atau dengan seorang tour guide. Demikian halnya melepaskan masyarakat desa untuk bertempur dalam persaingan global akan sangat beresiko, namun di sisi lain fenomena persaingan global tidak akan bisa dihindarkan dan memang harus dihadapi.

Oleh sebab itu perlu modernisasi networking masyarakat desa dengan para pelaku bisnis yang sudah memiliki akses pasar global perlu dilakukan. Ekonomi kerakyatan harus digandengkan dengan para pemodal bahkan dengan multi national company, bukan untuk ditelan tetapi untuk didukung.

Sebuah sustainable business sudah ditemukan fakta bahwa untuk melestarikan keberhasilan bisnis maka perlu dijaga networking pasar dan proses produksinya sehingga tidak putus atau diambil oleh kompetitor. Untuk ini perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki akses pasar kuat bisa digandengkan untuk mendukung ekonomi kerakyatan yang merupakan bagian dari pasar atau proses produksinya. Bukan berarti menyumbang masyarakat desa, tetapi pola Social Business, dimana perusahaan melakukan investasi bukan untuk financial profit tetapi untuk social profit, namun dana investasi-nya tetap bisa kembali untuk tujuan conventional business atau diinvest kembali ke social business.

Modernisasi Desa dan Kompetisi

Dengan dibangunnya ekonomi kerakyatan dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip modern maka diharapkan masyarakat pedesaan bukan tergeser keberadaannya atau sebaliknya terpancing untuk pindah ke kota tetapi bisa tetap eksis di tengah pergerakan ekonomi global sekarang ini.

Saya mendengar istilah modernisasi desa sudah sangat lama, tentunya tingkat modern itu sendiri pengertiannya terus berubah sesuai dengan kemajuan zaman. Pada prinsipnya fokus pembangunan pada ekonomi kerakyatan yang mengutamakan pembangunan basic need seperti pangan, kesehatan dan pendidikan di pedesaan harus dibangun seiring dengan perkembangan global, sehingga bukan saja mengurangi ketimpangan tetapi mempersiapkan pedesaan untuk mampu berkompetisi secara global.

Era modern yang borderless adalah era kompetisi. Untuk bisa kompetitif harus memiliki “Value”, dimana value ini tercipta ketika ekonomi kerakyatan adalah bagian dari sebuah proses ekonomi global yang tidak bisa dipisahkan, seperti rantai ekosistem semua mata rantai memiliki value yang sangat berarti.

Back to Prof. Dr. Emil Salim  – Pondasi Ekonomi Indonesia

banner 2b

pak YoKristanto Nugroho
Editor in Chief Vibiz Media Network

Leave a Reply

Your email address will not be published.