Jokowi : Visi Indonesia Maritim

Maritim

(Business Lounge – Lead and Follow) Dalam visi dan misinya pasangan Presiden terpilih Jokowi-JK  sangat menekankan akan perwujudan dari negara maritim yang kuat dan rakyat yang sejahtera. Dari ke tujuh misi yang mereka kemukakan terdapat beberapa misi yang menekankan akan Indonesia maritim,  berikut adalah rinciannya :
Misi ke-1, Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
Misi ke-3, Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
Misi ke-6, Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

Terdapat beberapa realita yang Indonesia miliki saat ini, setiap realita ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang kuat.

Pertama adalah adanya realita bahwa secara geografis dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah lautan. Laut Indonesia begitu luas hingga mencapai  7,9 juta kilometer persegi yang jumlahnya jauh di atas  luas daratan  sebesar 1.922.570 kilometer persegi. Setelah Amerika, Kanada dan Rusia, maka Indonesia merupakan negara ke empat yang memiliki  garis pantai terpanjang di dunia. Jumlah pulaunya yang mencapai 17.800 pulau menjadikan Indonesia  sebagai negara maritim yang kaya.

Kedua, Indonesia memiliki potensi kekayaan laut Indonesia yang sangat besar.  Indonesia memiliki potensi hasil laut sebesar 57,7 juta ton per tahun. Sedangkan saat ini baru sebagian yang tergarap sekitar 9 juta ton per tahunnya. Masih ada lagi potensi  kekayaan tambang di laut, seperti minyak, gas dan juga yang lainnya, dimana jumlahnya lebih besar dari potensi kekayaan yang ada di daratan. Itu sebabnya sangat tepat kalau dikatakan sumber daya maritim harus dikelola dengan maksimal dan menjadi kebijakan prioritas bagi kepimimpinan Jokowi-JK.

Ketiga, kondisi pertahanan keamanan Indonesia saat ini belum menempatkan Angkatan Laut sebagai pasukan keamanan yang paling kuat, relatif belum diperhatikan sebagaimana yang seharusnya. Sudah seharusnya sebagai negara maritim, Angkatan Laut Indonesia menjadi kekuatan yang besar di negara ini.
Dengan melangkah menuju visi Indonesia maritim maka salah satu komitmen yang harus ada adalah membangun Angkatan Laut Indonesia yang kuat. Salah satu doktrin dalam negara maritim adalah menjadikan Angkatan Laut sebagai garis pertama dalam pertahanan negara untuk menghadapi musuh.

Keempat, adanya mind set yang harus berubah dalam langkah bangsa Indonesia menuju visi Indonesia maritim. Tentunya untuk dapat mencapai visi Indonesia maritim membutuhkan kesadaran mental sebagai negara kepulauan yang harus dibangkitkan. Perlu sekali ada suatu “mindset” baru yang harus terus diingatkan pada masyarakat bahwa Indonesia negara maritim. “Maritim” bukan hanya sekedar realitas secara geografis, tetapi “maritim” juga menjadi realitas bagi jiwa dan karakter seluruh rakyat Indonesia.

Pembuatan jalan tol laut yang lahir dari ide Presiden terpilih Jokowi-JK merupakan ide yang hebat, menunjukkan akan kesungguhan Jokowi-JK membuat Indonesia bangkit dengan kejayaannya sebagai negara maritim. Visi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia ini mampu mengubah seluruh perjalanan bangsa ini dengan seluruh kebijakannya. Tidak cukup hal ini hanya sebagai perencanaan semata tetapi kepemimpinan Jokowi-JK diharapkan dapat mewujudkan visi Indonesia Maritim sebagai suatu terobosan baru bagi bangsa Indonesia.  Terobosan besar yang mampu mengubah paradigma seluruh bangsa menjadi berorientasi pada Indonesia maritim dan menjadikannya sebagai komitmen bersama.

(back to Jokowi : Re-Think Indonesian Leadership)

Cover700 Jokowi3

iin3Endah Caratri/Managing Partner Financial, Accounting & Tax Services Vibiz Consulting/VMN/BL