Laba Coca Cola Amatil Turun Dalam Enam Bulan Terakhir

(Business Lounge – Business Today) – CEO Coca-Cola Amatil Alison Watkins telah memperingatkan bahwa laba tahun ini secara material jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan tahun 2013 karena menurunnya permintaan konsumen akan minuman ringan, jus dan air minum serta  harga yang lebih kompetitif di pasar.

Coca-Cola Amatil harus menghadapi dua tahun berturut turut dengan pendapatan yang menurun karena melemahnya penjualan di toko-toko dan pompa bensin serta tekanan harga yang tinggi di supermarket menyebabkan krisis terhadap marginnya khususnya dalam bisnis minuman Australia, dilansir dari smh.com.

Laba bersih CCA  turun 15,6 persen menjadi US $ 182,3 juta dalam enam bulan yang berakhir 30 Juni dari  US $ 215,9 juta  pada periode tahun sebelumnya, kata perusahaan itu, hari Rabu kemarin.

Laba sebelum bunga dan pajak di Australia, yang menghasilkan lebih dari 80 persen dari keuntungan, turun 14.1 persen menjadi US $ 226,5 juta, sedangkan pendapatan di Indonesia anjlok 83,4 persen menjadi US $ 5,2 juta, menyebabkan EBIT turun 15,3 persen menjadi US $ 316,7 juta.

Laba di Selandia Baru dan Fiji naik 12 persen dalam dolar Australia tetapi juga tidak meningkat dalam mata uang lokalnya karena permintaan yang buruk selama musim panas yang basah (dingin).

Laba dari unit minuman beralkohol, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi 1 persen pertumbuhan laba tahun ini, jauh menurun, meskipun CCA sudah kembali ke pasar minuman alkohol di bulan Desember setelah absen dua tahun. CCA mengatakan penjualan bir dan juice telah lebih lambat dari yang diharapkan karena terjadi keterlambatan dibukanya beberapa outlet dan meningkatnya kompetisi di kategori minuman.

“Jelas bahwa CCA menghadapi beberapa tantangan langsung, khususnya di minuman Australia dan pasar Indonesia,” kata Ms Watkins pada hari Rabu kemarin.

Ms Watkins, yang baru menggantikan CEO Terry Davis pada bulan Maret lalu, mengatakan bahwa kondisi perdagangan memburuk sejak anggaran bulan Mei dan diperkirakan akan tetap menghadapi tantangan yang berat pada setengah tahun berikut ini.

Dia mengumumkan rencana untuk memotong biaya sebesar US $ 100 juta selama tiga tahun sebagai bagian dari tinjauan strategis yang bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan laba yang berkelanjutan dan isu-isu struktural yang harus dihadapi model bisnis CCA.

Penghematan biaya akan datang melalui sistem pengadaan yang lebih baik, perampingan biaya support, dan melakukan restrukturisasi  supply chain.

“Bisnis Australia akan menghadapi tantangan pada tengah tahun kedua ini dengan adanya kompetitor yang cukup kuat, ini merupakan kelanjutan dari kondisi harga yang sulit dan kami menargetkan untuk menyelesaikan tahun ini dengan tingkat persediaan yang lebih rendah. Selain itu, bersama dengan mitra kami The Coca-Cola Company, kami akan meningkatkan tingkat investasi pemasaran merek untuk memperkuat ekuitas merek kami dan juga meningkatkan pertumbuhan volume, “kata Ms Watkins.

Bagaimanapun, inisiatif menghasilkan pendapatan dan melakukan penghematan biaya ini diharapkan akan mulai memberikan manfaat selama tahun 2015.

Bisnis Indonesia diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan volume yang kuat bersama dengan bertumbuhnya pasar minuman, tapi harga dan profitabilitas akan tetap di bawah tekanan dari persaingan yang meningkat dan tekanan biaya yang berkelanjutan. CCA saat ini sedang mengembangkan rencana pertumbuhan untuk pasarnya bersama dengan partner serta pemegang saham utama The Coca Cola Company dan mereka akan memberikan rinciannya lebih lanjut pada bulan Oktober ini.

Arum/Journalist/VM/BL