Mercedes-Benz Lakukan Manipulasi Harga di Tiongkok

(Business Lounge – Business Today) Perusahaan pembuat mobil asal Jerman, Mercedes-Benz, terbukti bersalah dalam memanipulasi harga di Tiongkok seperti diberitakan oleh agensi berita di Tiongkok seperti dilansir oleh Reuters.

Terungkapnya permainan harga yang dilakukan oleh Mercedes-Benz merupakan hasil dari upaya yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok dalam memerangi praktek monopoli. Upaya ini telah diberlakukan mulai dari industri pembuatan susu bubuk hingga perusahaan berteknologi tinggi. Semuanya tidak luput dari pemerikasaan yang ketat dari pemerintah Tiongkok.

Perusahaan yang terbukti melakukan tindakan monopoli akan dikenakan sanksi sebesar 10% dari pemasukan tahun sebelumnya dari perusahaan tersebut di Tiongkok. Industri kendaraan bermotor di Tiongkok telah berada dibawah pengawasan dan sebagai hasilnya nama-nama besar seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, Audi, dan BMW telah melakukan praktek pemotongan harga terhadap spare-part dalam beberapa minggu terakhir.

Praktek Monopoli oleh Mercedes-Benz

Praktek monopoli yang dilakukan oleh Mercedes-Benz di Tiongkok adalah monopoli vertikal. Para perusahaan pembuat mobil memiliki posisi yang menguntungkan untuk melakukan kontrol harga dari suku cadang, perbaikan, dan perawatan produk mobil mereka di pasar hilir. Ini merupakan kasus yang khas dari monopoli vertikal ketika produsen mobil menggunakan posisi terdepan untuk mengontrol harga suku cadang, perbaikan dan pemeliharaan di pasar hilir. Penggantian suku cadang di Mercedes-Benz C-Class bisa 12 kali lebih mahal daripada membeli kendaraan baru, demikian dilaporkan China Automotive Maintenance and Repair Trade Association.

Pada awal bulan depan, pemerintah Tiongkok akan memberikan hukuman terhadap Audi dan Fiat atas praktek monopoli yang dilakukan mereka. Audi akan didenda sekitar 250 juta yuan ($ 40.700.000). Audi, dan BMW untuk memangkas harga suku cadang dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Tiongkok Melawan Monopoli

Pemerintah Tiongkok dalam beberapa tahun ini memang sedang meningkatkan penegakan hukum anti-monopoli yang cukup membuat memukul beberapa perusahaan multinasional, termasuk Mead Johnson Nutrition Co (MJN.N) dan Danone SA (DANO.PA) sehingga mengharuskan mereka membayar denda. Saat ini pemerintah pun sedang melakukan penyelidikan anti-monopoli ke raksasa teknologi AS Microsoft Corp (MSFT.O), dan perusahaan AS pembuat chip Qualcomm Inc (QCOM.O).

Afif Bahar/Analyst Vibiz Research Vibiz Consulting/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: wikipedia