Woodpecker Coffee Jakarta

(Business Lounge – Fine Culinary) – Sentuhannya yang minimalis membuatku sangat menyukainya. Saya suka bagaimana mereka membuat tempat ini demikian bersih dan membuatku merasa nyaman. Secara pribadi, menjadi orang yang pendiam, saya selalu menikmati tempat yang tenang daripada tempat-tempat yang ramai. Itu juga salah satu alasan mengapa saya merasa perlu untuk mengunjungi tempat baru pada awalnya, untuk memiliki hak istimewa dapat duduk di mana pun yang saya inginkan, selama yang saya mau, dan juga tempat yang setenang mungkin.

interior 4

INTERIOR

Saya baru saja kembali dari perjalanan bersama keluarga suamiku. Tidak seperti saya, suami berasal dari keluarga yang tidak begitu besar…. tapi pastinya lebih besar daripada keluarga saya. Perjalanan ini melibatkan 15 anggota keluarga. Saya dibesarkan di sebuah keluarga kecil, sejak saya masih kecil,  hanya ada empat dari kami. Mom dan Dad, kakak laki-laki saya dan saya.  Melakukan perjalanan dalam kelompok besar seperti ini sejujurnya ​​adalah luar biasa bagi saya. Jadi, saat pribadi di Woodpecker sehari setelah berakhir liburan ini benar benar merupakan apa yang saya butuhkan pada saat itu. Saya begitu ingin merasakan ada waktu sedikir privacy.  Untungnya, hal itu didukung oleh suasana yang nyaman dan makanan yang layak.

interior 3

magz

Tempat ini baru saja dibuka untuk umum, saya diam-diam bersorak ketika menemukan sayalah satu-satunya konsumen yang datang ketika itu, meskipun saya yakin hanya masalah waktu saja sebelum tempat itu menjadi penuh. Berada di bawah manajemen yang sama dengan Mama Goose, bistro yang juga tidak jauh dari situ, keduanya memiliki  nama merek yang cute serta interior yang bagus. Ini bukan sesuatu yang menunjukkan kemewahan, tetapi lebih pada kesederhanaan.

MENU

food 2

Saya terkejut melihat menu yang mereka tawarkan sangat terjangkau. Kopinya berkisar dari harga 15 – 27k. Satu-satunya makanan ringan yang mereka miliki, wafel, seharga 15k dengan biaya tambahan topping sekitar 5-10k. Saya sangat senang menemukan Strawberry nutella wafel yang saya suka lebih dari yang saya harapkan. Ukuran dan rasanya yang pasti bernilai lebih dari label harganya. Memang tidak serenyah seperti yang saya suka tetapi enak seharga 30k. Bagaimana kue itu tidak begitu murah sementara di atas kuenya terdapat  irisan strawberry.

food 1

food 7

food 3

Jika Anda cukup rajin untuk mengikuti perjalanan saya dalam mereview makanan, jelas bahwa saya bukan penggemar kopi atau kurang peduli untuk mereview setiap coffee shop, sekalipun saya tumbuh dengan mom yang tidak bisa melewati satu haripun tanpa kopi tetapi tidak membuat saya menjadi salah satunya. Jika saya ingat kalau tidak salah, es cappucinno (27k) hari itu mungkin adalah kopi pertama yang saya hirup. Dan tidak, itu tidak ajaib mengubah saya menjadi coffeeholic. Saya tidak akan banyak menulis tentang rasanya bahkan sayapun tidak yakin bagaimana rasa kopi yang baik itu seharusnya, tapi saya menghabiskannya. Sedikit yang saya tahu bagaimana kopi dan wafel itu benar benar cocok.

drink 1

drink 2

Saya tidak pernah menghabiskan waktu lebih dari satu jam di warung kopi sendirian. Faktanya  bahwa hari itu saya menghabiskan waktu 1,5 jam di sana menunjukkan bagaimana saya menikmati waktu saya di Woodpecker. Kalau saja saya membawa novel terbaru John Green yang baru saya beli beberapa waktu lalu, saya yakin dengan mudah saya akan habiskan waktu satu jam lagi di sana.

food 6
So, pergilah … Cepatlah, sebelum terlalu banyak orang yang tahu tentang tempat ini dan Anda kehilangan rasa quiteness. 🙂

Terima kasih untuk membaca dan saya berharap Anda menikmati Agustus yang  fantastis !

Ivy – Expert Culinary & Travel
only1ivy.blogspot.com
Editor : Iin Caratri