Hening….senyap, hanya terdengar jam dinding yang berdetak
Tik tak tik tak, hmmm semakin terjaga dan tidak bisa memejamkan mata
Padahal bisa dipastikan kalau sepanjang hari tidak akan ada yang perduli dengan suara jam dinding ini
Tapi entah mengapa suara tik tak ini begitu santer memekakan telingaku

Tik tak tik tak, si jarum detik bergerak dengan bebas, terus berputar dan berputar lagi seakan mengerahkan segenap kemampuannya untuk menggerakkan si jarum menit hingga si jarum jam.
Tik tak tik tak terus berputar tanpa henti, seperti otakku yang sedang berputar keras sehingga membuatku tetap terjaga

Berputar keras sebab hari esok adalah segalanya
Segalanya ketika ku sadari bahwa waktu yang sudah berjalan tidak akan pernah kembali
Segalanya ketika ku pahami bahwa aku tidak dapat membeli waktu dengan berapa pun tabunganku
Segalanya ketika ku tahu bahwa kemudian penyesalan hanya datang belakangan
Segalanya ketika ku yakin bahwa matahari akan selalu bersinar pada esok hari dan esok lagi dan esok lagi

Sehingga selalu ada kesempatan dengan memutar otakku

Hmmm itulah sebabnya, ayahku selalu menasehati ku untuk rajin memutar otakku bagaikan si jarum detik yang sanggup menggerakkan menit, menggerak jam, menggerakkan pagi, menggerakkan hari, menggerakkan bulan, menggerakkan tahun bahkan menggerakkan abad.

Hebat sekali si jarum detik hanya dengan bersuara tik tak tik tak

Seandainya mesin otakku ini mengeluarkan suara, sudah ku jamin suara si jarum detik pastilah terkalahkan

Hmmm seperti apa ya bila mesin otakku memiliki suara? Mungkin suaranya seperti gemuruh mesin cuciku, atau mesin juicerku atau seperti mesin motor balap sahabatku yang memekakan telinga

Ha…jika otak memiliki suara maka sudah dapat dipastikan betapa hiruk pikuknya dunia ini. Sebab semua orang akan mengeluarkan suaranya masing-masing.
Maka ketahuanlah siapa yang memakai otaknya dan siapa yang tidak.
Maka sudah dapat dipastikan ruangan di sebelah ruang kerjaku akan sunyi senyap karena sang pemilik yang selalu ternyenyak.
Maka sudah pasti ayahku akan tahu saat mana aku mendiamkan mesin otakku….gawat

Tik tak tik tak, si jarum detik terus berdetak, berputar untuk menggerakan hari dan segera menyapa pagi
Dan aku tetap memutar otakku sebab esok hari tidak akan pernah terganti

Ruth Berliana/Managing Partner Human Capital Development Vibiz Consulting/VMN/BL