KTT AS – Afrika: AS Akan Investasikan $ 33 Miliar Pada Afrika

(Business Lounge – News & Insight) Presiden AS Barack Obama telah menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS telah berjanji untuk menginvestasikan dana sebesar $ 14 miliar (£ 8.3 miliar) ke Afrika di berbagai bidang seperti energi dan infrastruktur demikian dilansir oleh Aljazeera. Hal ini dikemukakan dalam KTT para pemimpin AS-Afrika yang pertama yang berlangsung Senin (4/8) hingga Rabu (6/8). KTT ini dihadiri oleh lebih dari 40 kepala negara Afrika kecuali negara-negara yang sedang terjangkit Ebola yang membatalkan kehadiran mereka. Beberapa perusahaan yang hadir pada KTT ini seperti Chevron, Coca-Cola Company, IBM dan Mastercard.

KTT ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat hubungan AS dengan Afrika guna mengimbangi Tiongkok yang juga sedang meningkatkan investasinya di Afrika.

Bermitra Dengan Amerika

Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa (5/8) termasuk kemitraan senilai $ 5 milyar antara perusahaan ekuitas swasta Blackstone dan Aliko Dangote, pengusaha terkaya di Afrika. Kemitraan ini ditujukan untuk proyek-proyek infrastruktur energi di sub-Sahara Afrika, serta investasi yang lebih pada Power Africa, sebuah proyek inisiatif Obama untuk mengembangkan masyarakat dan perekonomian Afrika.

Menurut Gedung Putih, Power Africa akan menerima tambahan dana sebesar $ 12 milyar sebagai komitmen terhadap upaya untuk mengembangkan pasokan energi di Afrika melalui gabungan investasi dan keterlibatan negara. Bank Dunia juga mengumumkan akan memberikan investasi sebesar $ 5 milyar pada Power Africa. Sementara General Electric juga berkomitmen untuk menginvestasikan $ 2 milyar untuk membantu meningkatkan infrastruktur dan akses ke energy pada tahun 2018. Investasi lainnya juga akan dilakukan oleh Marriott ($ 200 juta) dan IBM ($ 66 juta) untuk menyediakan layanan teknologi untuk Ghana Fidelity Bank.

Tiongkok Mendahului Amerika

Seperti dilansir oleh BBC, CEO General Electric Jeff Immelt mengatakan bahwa ini saatnya kesempatan berinvestasi terbuka bagi AS setelah Eropa dan Tiongkok. Afrika telah menjadi rumah bagi enam ekonomi dunia yang tumbuh paling cepat. Tiongkok telah bergerak dengan agresif untuk memasuki pasar Afrika melampaui Amerika Serikat. Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Afrika pada tahun 2009.

Obama juga mengatakan bahwa AS akan menawarkan tambahan $ 7 milyar pembiayaan melalui promosi Doing Business In Afrika (DBIA), sehingga total komitmen baru AS untuk investasi di Afrika seperti yang telah diumumkan pada Selasa (5/8) sebsar $ 33 miliar (380 trilliun rupiah) .

Selain meningkatkan hubungan bisnis, KTT ini juga berfokus pada kemitraan keamanan dan mendukung generasi baru pemimpin Afrika.

Saatnya Untuk Bertambah Maju

Apa yang dilakukan oleh Afrika untuk menarik sebanyak-banyaknya investor untuk berinvestasi ke Afrika adalah suatu hal yang sangat tepat. Jika dibandingkan dengan ke-4 benua lainnya, Afrika memang jelas tertinggal padahal masih banyak potensinya yang harus digali untuk memajukan negara-negara di dalamnya. Negara-negara miskin dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi banyak terdapat di sana. Negara-negara yang kesulitan pangan, masalah kesehatan juga terdapat di sana. Dana investasi dan teknologi akan menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh Afrika. Sebanyak-banyaknya Negara maju yang dapat mendorong Afrika untuk berkembang akan meningkatkan perekonomian negara-negara di sana dan berdampak kepada kemakmuran bangsa.

uthe/Journalist/VMN/BL