Lensa Kontak Pendeteksi Diabetes Karya Google Inc

(Business Lounge – Tech& Gadget) Google Inc bekerja sama dengan Novartis mengembangkan lensa kontak pintar yang mampu memonitor level gula dalam darah. Lensa itu juga memakai metode baru untuk mengoreksi daya pandang mata.

Sebagai catatan setidaknya sekitar 382 juta orang atau satu dari 19 orang di seluruh dunia adalah penderita diabetes. Suatu penyakit yang membuat tubuh tak mampu mengolah gula. Biasanya penyakit ini disebabkan karena level insulin yang tak memadai atau tak dihasilkan sama sekali.

Dengan adanya lensa kontak ini maka pemantauan level glukosa lewat lensa kontak lebih mudah dan komprehensif dari teknik yang dipakai sekarang. Saat ini, level gula dalam darah diukur lewat tetesan darah dari jari penderita diabetes.

Beberapa waktu lalu kedua perusahaan mengatakan divisi perawatan mata Novartis, Alcon, akan melisensi dan menjual teknologi “lensa pintar” yang dirancang Google[x], sebuah tim pengembang yang merupakan bagian dari perusahaan raksasa mesin pencari tersebut. Detail finansial transaksi tidak disebutkan.

Lensa kontak pintar yang dikenalkan Google pada Januari itu adalah satu dari sekian teknologi yang dikenakan (wearable) yang dipakai untuk memonitor kesehatan dan kebugaran. Bulan lalu, Google merilis platform Google Fit untuk melacak patokan kesehatan seseorang, seperti pola tidur dan olahraga. Google Fit dapat dipakai di peranti yang memakai sistem operasi mobile Android buatannya. Apple Inc telah merilis platform serupa bernama HealthKit.

Lensa kontak ini mengandung sensor sangat kecil yang menyampaikan data glukosa dalam air mata lewat antena yang juga sangat kecil. Dalam rilisan pers awal tahun ini, Google mengatakan elemen elektronik dalam lensa “sangat kecil hingga terlihat seperti glitter.” Antenanya juga lebih tipis dari rambut manusia. Keunggulan lainnya dari lensa kontak pintar ini juga dapat mengoreksi kelainan dalam daya pandang seseorang. Metodenya serupa dengan lensa pada kamera dalam mode autofokus.

CEO Novartis, Joe Jimenez, mengatakan langkah perusahaannya berkiprah dalam teknologi kesehatan yang dapat dikenakan merupakan bagian dari tren yang lebih luas agar pasien terlibat dalam perawatan kesehatannya sendiri. Teknologi semacam itu berpotensi menekan biaya perawatan penyakit kronis. Demi mewujudkan teknologi yang memberi kebaikkan bagi kesehatan manusia ini maka Novartis berharap dapat mewujudkan purwarupa lensa pada awal 2015 guna ditinjau untuk riset dan pengembangan.

Tania Febe/Journalist/VM/BL-wsj
Editor: Ruth Berliana
Image: voaindonesia