Permisi bu, nama saya Nina..

Permisi bu, saya mau menjelaskan sebentar saja..

Permisi bu, saya mau kasih tahu, produk ini bagus lho bu, banyak manfaatnya, bisa ini, bisa itu, dan sebagainya..

 

Ya, kudengar dengan sopan wanita itu terus berdiri..

Tanpa berhenti ia menjelaskan panjang lebar tentang produknya..

Sedangkan ibu yang diajaknya bicara, asyik saja dengan makanannya..

Atau bahkan sibuk berbicara dengan temannya dan tidak perduli dengan si Nina yang mengajaknya bicara..

 

Sampai akhirnya..Nina berkata..

Bagaimana bu? Mau beli? Satu saja bu..kasihan saya bu..sudah sore..

Hmmm..akhirnya sang ibu merespon..

Namun responnya hanya berkata “tidak” sambil pergi berlalu..

 

Hmmm…hidup memang perjuangan..

Perjuangan tanpa mengenal lelah..

Keringat dan ucapan seorang salesman memang seringkali tidak diperdulikan orang..

Tetapi itulah perjuangan..

 

Kupanggil Nina dan kutanya..

Berapa harganya satu produkmu?

Disebutkanlah harganya..

Kupikir..aku tidak terlalu butuhkan barang itu..

Namun apalah artinya kukeluarkan sedikit uangku demi melihat Nina bisa sedikit tersenyum..

 

Kuputuskan untuk membeli produknya satu buah..

Senyum terpancar dari wajah Nina..

Senyuman bahagia seorang salesman..

Paling tidak, ia bisa pulang membawa hasil..

Dan paling tidak, semangatnya bisa kembali tumbuh..

 

Hidup adalah perjuangan..

Namun hidup juga memberi..

Ketika kita mau memberi hal yang baik..

Sesungguhnya kita telah menumbuhkan semangat dalam jiwa seseorang..

Fanya Jodie/BYS/VMN/BL