Fiat (Italia) Bergabung Dengan Chrysler (AS)

(Business Lounge – Business Today) Fiat kini tidak lagi dimiliki oleh Italia sepenuhnya setelah selama 115 tahun menjadi brand yang dimiliki perusahaan Italia. Era Fiat dengan Italia kini telah berakhir.

Bergabung dengan produsen dan unit mobil Chrysler milik AS kini menjadi Fiat Chrysler Automobiles. Perusahaan ini didirikan berdasarkan hukum Belanda sedangkan keuangannya berbasis di Inggris dengan tujuan dapat membayar pajak lebih sedikit. Sedangkan sahamnya akan dicatatkan di Bursa Efek New York pada bulan Oktober seperti berita yang dilansir oleh euronews.com.

Para pemegang Saham mengadakan pertemuan umum tahunan pada hari Jumat (1/8) untuk membahas proses merger yang sedang berlangsung. Pada pertemuan tersebut Presiden Fiat John Elkann mengatakan bahwa Fiat Chrysler Automobiles menyajikan sebuah proyek merger yang berarti akan ada perubahan kantor pusat serta nama brand. Elkann juga menegaskan bahwa masa depan perusahaan ini akan dimulai pada pertemuan pertama para pemegang saham tersebut.

Elkann adalah cucu dari almarhum Fiat Patriark Gianni Agnelli. Dalam keterangannya, ia menolak adanya anggapan bahwa keluarga Agnelli ingin mengurangi sahamnya atas perusahaan ini. Dia beranggapan bahwa lebih besar akan menjadi lebih baik sejauh perusahaan dapat tetap fokus. Selain itu volume penjualan yang besar serta kemampuan untuk menarik investor asing akan sangat membantu produsen mobil terbesar ketujuh di dunia ini.

Fiat didirikan pada tahun 1899 dan memiliki target untuk menjadi produsen mobil terbesar di Italia dalam satu dekade. Seratus sepuluh tahun Fiat memutuskan untuk membeli 20% saham Chrysler yang kala itu diambang kebangkrutan. Pada tahun ini Fiat bersiap untuk mengambil alih Chrysler.

Sekarang Fiat Chrysler Automobiles memiliki rencana bisnis yang ambisius yang juga menjadi impian CEOnya Sergio Marchionne. Pada rapat umum tahunan kemarin Marchhionee menekankan bahwa sesuangguhnya Fiat tidak meninggalkan Italia, hanya perusahaan induklah akan diselenggarakan di bawah undang-undang Belanda.

Sejauh ini kebangkitan perusahaan AS di Amerika Utara telah mendorong keuntungan, bahkan penjualan mobil Eropa, sehingga kemungkinan perusahaan ini akan bertahan.

uthe/Journalist/VMN/BL