Wabah Ebola: Dr. Kent Brantly tiba di AS

(Business Lounge – News) Seorang dokter AS yang terinfeksi dengan virus Ebola yang mematikan di Liberia telah tiba di Amerika Serikat untuk perawatan di unit khusus di Atlanta, Georgia. Dr Kent Brantly tiba dengan pesawat pribadi khusus yang dilengkapi dengan tenda isolasi di sebuah pangkalan militer sebelum didorong menuju Emory University Hospital. Rekannya yang juga terinfeksi Nancy Writebol diperkirakan akan menyusulnya segera.

Sampai saat ini Ebola telah menewaskan 728 jiwa di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Ebola telah menewaskan hingga 90% dari penderita. Virus menyebar melalui kontak manusia dengan cairan tubuh penderita dengan gejala mirip flu yang dapat menyebabkan pendarahan eksternal dari daerah-daerah seperti mata dan gusi, dan pendarahan internal yang dapat menyebabkan kegagalan organ.

Badan kesehatan AS telah memperingatkan untuk siapa saja yang akan mengadakan perjalanan ke negara-negara Afrika yang terkena dampak Ebola ini termasuk 50 tenaga medis dari Amerika yang sedang dikirim ke sana.

Dr. Kent Brantly tiba di AS

Pesawat yang membawa Dr Brantly telah dilengkapi dengan tenda portabel yang dirancang khusus untuk mengangkut pasien dengan penyakit yang sangat menular. Setelah mendarat di Dobbins Air Reservasi Base, Brantly diangkut oleh ambulans menuju ke Emory yang berjarak 15 mil (24km).

Di rumah sakit seseorang yang mengenakan pakaian pelindung terlihat naik dan turun dari belakang ambulans dan orang kedua yang juga mengenakan pakaian pelindung muncul dan menuntun pasien memasuki bangunan demikian laporan dari Associated Press seperti dilansir oleh BBC. Para pejabat AS yakin bahwa Brantly akan dapat diobati tanpa menempatkannya dalam masyarakat yang sudah terkontaminasi ini.

The US Centers for Disease Control and Prevention

Brantly akan dirawat disebuah unit khusus yang telah dibuka 12 tahun yang lalu untuk merawat pekerja kesehatan federal yang terkena beberapa kuman yang paling berbahaya di dunia. Sementara Brantly diisolasi, ahli kesehatan mengatakan tidak diperlukan untuk mengobati pasien dengan Ebola, sebab virus Ebola tidak menyebar melalui udara.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ini tidak mengetahui apakah ada pasien Ebola yang pernah dirawat di Amerika Serikat sebelumnya. Sebuah pernyataan sebelumnya mengatakan bahwa Dr Brantly telah ditawari serum eksperimental yang menggunakan darah dari seorang anak yang hidupnya ia selamatkan, tetapi dia bersikeras bahwa rekannya Writebol saja yang harus menerima itu sebagai gantinya.

Amber Brantly, istri dr. Brantly tetap berharap dan percaya bahwa suaminya akan sembuh dari penyakit yang mengerikan ini.  The National Institutes of Health di AS menyatakan akan mulai menguji vaksin Ebola kemungkinan pada bulan September.

uthe/Journalist/VMN/BL

image: youtube