Penjualan Motor Harley Davidson Secara Global Menurun

(Business Lounge – Business Today)  Perusahaan pabrikan motor besar di Amerika Serikat, Harley-Davidson Motor Company mencatatkan kinerja yang kuat ditengah melambatnya penjualan ritel global sepanjang kuartal kedua tahun 2014. Perusahaan yang didirikan sejak 1903 ini mendapatkan keuntungan yang meningkat dari bisnis penjualan motor besarnya.

Harley Davidson memperoleh laba bersih pada kuartal kedua sekitar $ 354.200.000, yang telah naik 30% dibandingkan kuartal yang sama  tahun lalu yang hanya memperoleh  $ 271.700.000. Dan laba per saham (EPS)  menjadi $ 1,62, yang juga naik dari laba per saham yang diperoleh tahun 2013 sekitar $ 1,19, dan melampaui ekspektasi untuk laba per saham  $ 1,46.

Keuntungan perusahaan ini di kuartal kedua ditopang dari penjualan motor Harley-Davidson sekitar $ 2 miliar yang telah naik 11,5% dari pendapatan tahun 2013 yang hanya $1,7 miliar. Pendapatan ini diperoleh dari penjualan sepeda motor sebanyak 92.217 unit dari target perusahaan untuk penjualan  92.000 – 97.000.

Namun jika dibandingkan dengan penjualan global tahun 2013, penjualan motor Harley hingga pertengahan tahun ini lebih sedikit, baik di AS maupun pasar negara lainnya. AS adalah pasar yang paling penting bagi Harley-Davidson, yang menjual hampir dua-pertiga dari penjualan bersih tahun lalu. Setelah naik 3% tahun-ke tahun di  kuartal pertama, penjualan ritel perusahaan nyaris flat di negara itu pada kuartal kedua. Di AS, perusahaan hanya berhasil menjual 58.225 unit baru, turun sedikit dari penjualan tahun lalu dari 58.241 kendaraan.

Penjualan Harley-Davidson di Asia-Pasifik tumbuh hanya 1,5% di kuartal kedua tahun ini, setelah naik mengesankan 25% pada kuartal sebelumnya. Penurunan ini disebabkan turunnya penjualan di Jepang hingga 20,9% yang disebabkan kebijakan pemerintah setempat dalam kenaikan pajak penjualan. Jepang merupakan pasar internasional terbesar kedua yang berhasil mencapai  lebih dari 4% dari penjualan ritel bersih pada 2013.

Penurunan penjualan juga turun di daerah Amerika Latin yang telah  turun 10,4% dari tahun ke tahun yang dinominasi oleh ketidakstabilan ekonomi di Brasil. Tahun lalu dari kawasan ini berhasil mengalami peningkatan penjualan hingga 39,2 persen.

Sebagai informasi tambahan, perusahaan ini telah meluncurkan produk barunya awal tahun dengan model lama yang bernama Street 750 di India dan pertengahan tahun 2015 juga akan meluncurkan produk terbarunya yang diharapkan akan mengangkat penjualan perusahaan ini.

Joel/ Journalist/VM/BL
Editor: Jul Allens
image: harleyinsider