Samsung Hadapi Tuduhan Pekerjakan Anak-anak Untuk Penuhi Target Produksi

(Business Lounge – Business Today) Samsung menghadapi tuduhan baru bahwa salah satu pemasoknya yang dari Tiongkok telah mempekerjakan anak-anak untuk memenuhi target produksi selama adanya kebutuhan yang tinggi dari raksasa elektronik asal Korea Selatan ini. Samsung Electronics Co kemarin mengatakan adanya tuduhan dari China Labor Watch bahwa salah satu pemasoknya Shinyang Electronics di Dongguan telah mempekerjakan anak-anak dan siswa di bawah usia kerja yang legal.

Badan pengawas tenaga kerja yang berbasis di New York ini mengatakan bahwa anak-anak tersebut dipekerjakan selama masa produksi yang sibuk, bekerja selama 11 jam dalam sehari tanpa upah lembur dan tanpa asuransi sosial. Mereka biasanya akan meninggalkan pekerjaan mereka setelah tiga sampai enam bulan ketika permintaan dari Samsung menurun, tetapi tanpa diberikan pesangon.

Tuduhan ini bertentangan dengan laporan terbaru Samsung mengenai kondisi daripada pemasok yang mereka miliki. Dikatakan tidak ada pekerja anak-anak yang ditemukan oleh audit eksternal tahun lalu dari sekitar 100 pemasok Tiongkok. Audit tersebut hanya menemukan terdapat 59 pemasok yang tidak menyediakan peralatan keselamatan kepada karyawan. Mereka juga mengatakan adanya  jam kerja yang berlebihan.

China Labor Watch mengatakan pada tahun 2012 Samsung telah menutup mata terhadap anak-anak yang dipekerjakan pada pemasoknya di Tiongkok yang merakit miliaran smartphone Apple Inc dan Samsung.  Laporan pada tahun 2012 itu juga mengatakan kondisi kerja pada pemasok Samsung yang “tidak manusiawi,” ketika para pekerja yang bekerja melebihi jam normal diizinkan secara hukum serta terjadi beberapa masalah lainnya.

Kemudian, Samsung berjanji untuk menghapus lembur ilegal tersebut dan juga pelanggaran tenaga kerja lainnya. Dimulai dengan melakukan upaya untuk menghapus pekerja anak-anak, seperti memperkenalkan proses perekrutan baru dengan pemeriksaan identitas yang ketat pada pemasok di Tiongkok. Samsung juga mengatakan akan memutuskan hubungan dengan perusahaan yang terus menerus gagal untuk mematuhi kode etik.

Ada ratusan pemasok Samsung di Tiongkok. Mengutip temuan audit yang terbaru, China Labor Watch mengatakan bahwa hasil  audit Samsung menunjukkan tidak adanya pekerja anak yang ditemukan. Sistem monitoring Samsung tidak efektif dan telah gagal untuk membawa perbaikan bagi pekerja.

Samsung mengatakan bahwa auditor independennya telah melakukan tiga kali inspeksi dari Shinyang Electronics pada tahun 2013 dan 2014 tetapi tidak menemukan pekerja anak selama audit berjalan. Ini menegaskan bahwa sangat “mendesak” untuk dilakukan suatu tindakan oleh Samsung dalam menanggapi akan tuduhan tersebut.

Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: wikipedia