Peluang Kerjasama Tiongkok dan Korea Selatan di Bidang Internet

(Business Lounge – Business Today) Tiongkok dan Korea Selatan melihat potensi besar untuk melalukan kerja sama di sektor internet antar dua negara yang memiliki kesamaan dalam inovasi teknologi, demikian disampaikan oleh Robin Li (Li Yanhong), Chairman dan CEO Baidu yang adalah perusahaan raksasa mesin pencari Tiongkok dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Xinhua akhir minggu kemarin.

“Cina adalah pasar yang besar dan juga bertetangga dekat dengan Korea Selatan. Sebagian besar perusahaan Korea memiliki kemauan yang kuat untuk bekerja sama dengan China. Saya melihat bagaimana pengaruh dan prestasi perusahaan-perusahaan ini sebagai kesan pertama selama kunjungan saya ke Korea Selatan kali ini,” demikian disampaikan oleh Li dilansir dari Shanghaidaily.com.

Li adalah salah satu dari 250 eksekutif bisnis yang ikut serta dalam kunjungan resmi Presiden China Xi Jinping ke Korea Selatan. Kunjungan kali ini adalah kunjungan delegasi bisnis asing yang terbesar yang pernah datang ke Korea Selatan, menurut Korea Chamber of Commerce.

Li cukup populer di kalangan kalangan pebisnis Korea Selatan. Oh Young-ho, CEO Badan Promosi Perdagangan-Investasi Korea Selatan (KOTRA), organisasi perdagangan dan promosi investasi yang memberikan dana, telah mengatur sebuah pertemuan tertutup dengan Li pada hari Jumat, untuk membicarakan tentang kerjasama masa depan.

“Kita harus bangga bahwa China dan Korea Selatan adalah dua di antara empat negara di seluruh dunia yang memiliki teknologi mesin pencari utama,” kata Li, sambil menyebutkan mesin pencari tertinggi Korea Selatan yaitu Naver.

Pasar internet Asia, diwakili oleh Tiongkok dan Korea Selatan, telah menunjukkan keunggulan yang kompetitif melalui inovasi teknologi yang terus menerus dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini juga mendorong pengembangan industri yang relevan, kata Li. Teknologi baru dan produk baru secara bertahap sedang beralih ke Asia.

Sejak 1970-an, Amerika Serikat telah dicap sebagai pusat pengembangan internet global, pengembangan sebagian besar teknologi dan produk inovasi karena memiliki pengguna internet yang terbesar dan insinyur teknologi yang terbaik. Hal ini juga menyebabkan AS menjadi pemimpin dalam sumber daya internet.

“Tapi sekarang sudah berbeda,” kata Li,  dia menambahkan bahwa Tiongkok, dengan 600 juta netizens, berada di peringkat No.1 dalam pasar internet di dunia, sementara Korea Selatan juga memimpin dunia mobile internet dan broadband yang cepat serta internetnya.

“Kombinasi dari pasar internet yang besar dan pasar dengan infrastruktur yang maju akan memberi kita imajinasi tidak terbatas,” kata Li. “Aliansi ini akan memungkinkan China dan Korea Selatan untuk menikmati lebih banyak kesempatan daripada AS dalam menghadapi tuntutan baru dari pengguna sebelumnya dan merebut hasil peluang baru dari tuntutan tersebut.”

Baidu dan Korea Selatan yang berbasis raksasa elektronik Samsung, telah bekerja sama dengan erat pada bidang teknologi. Seperti  album foto ponsel Samsung telah menerapkan “Baidu Cloud”.

“Saat ini, ponsel Samsung masih menyimpan pangsa pasar terbesar di Tiongkok. Dengan Baidu yang meningkatkan nilai pasar ponsel dalam beberapa tahun terakhir ini, kedua belah pihak masih berbagi banyak kepentingan secara bersama,” kata Li. Dia menambahkan bahwa keuntungan software Baidu dan hardware Samsung ini akan memungkinkan sebuah ruang yang cukup untuk kolaborasi di masa depan.

Baidu juga mulai bekerja sama dengan industri hiburan Korea Selatan. Li mengatakan Baidu telah menandatangani MoU dengan SM Korea Selatan Entertainment awal tahun ini, yang bertanggung jawab atas otorisasi musik dan video resmi SM di daratan Tiongkok.

“Baidu Tieba”, komunitas online yang terintegrasi dengan mesin pencari, “Baidu Music”, “Baidu Video” dan produk platform lain akan mencari kerja sama yang mendalam dengan SM untuk promosi pasar, bersama-sama memproduksi program TV dan bidang lain, memasok secara online dalam mempromosikan platform untuk SM bintang K-pop. Baidu Tieba memiliki lebih dari 20 juta penggemar K-pop aktif, itu berarti sekitar 40 persen dari penduduk Korea Selatan.

“Sebuah pepatah Cina kuno mengatakan bahwa jika dua orang bergabung menjadi satu, kekuatan mereka cukup kuat untuk memotong logam, pepatah ini dapat digunakan untuk menggambarkan besarnya peluang kerjasama Tiongkok dan Korea Selatan di bidang internet di masa depan,” kata Li, yang dilansir dari Shanghaidaily.com

Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: wikipedia