(Businesslounge – World News) Siapa yang tidak mengenal Prof. Ali Wardhana, Ph.D? Arsitek ekonomi bangsa ini, demikian banyak orang berkomentar. Salah satu kontribusi bagi pembangunan bangsa ini yang pantas untuk dikenang adalah bagaimana Ali Wardhana berhasil menurunkan angka inflasi dari 650% pada tahun 1966 hingga 10% pada tahun 1969. Belum lagi sejumlah regulasi yang dibuatnya dan tetap digunakan hingga saat ini.

Ali Wardhana menjabat sebagai menteri keuangan selama 15 tahun sejak tahun 1968-1983. Kemudian menjabat sebagai menko ekuin selama 5 tahun 1983-1988. Hingga hari ini belum ada yang bisa menandingi lamanya masa jabatan sebagai seorang menteri.

Selain itu Ali Wardhana juga pernah menjabat sebagai dekan FEUI selama lebih dari 10 tahun sejak 1967 hingga 1978. Itulah sebabnya nama besar Ali Wardhana tidak dapat dipisahkan dari kampus FEUI. Mengingat semua jasanya bagi bangsa dan juga Universitas Indonesia, maka hari ini, Jumat (6/6) Civitas Akademika FEUI menganugerahkan penghargaan Wirakarya Adhitama. Secara harafiah kata Wira berarti satria/ pahlawan, karya berarti hasil karya yang gilang gemilang, adhi berarti yang tinggi dan tama berarti yang utama. Sehingga penghargaan ini diberikan untuk tokoh FEUI yang sudah sangat besar jasanya dan pengabdiannya untuk civitas akademika FEUI serta bagi bangsa dan negara tanpa putus-putus. Hasil karyanya selalu mengharumkan nama bangsa dan negara serta mendapatkan prestasi baik nasional serta internasional.

Acara ini digawangi oleh para alumni FEUI dan dihadiri oleh para alumni mulai dari angkatan 50-an hingga 90-an. Tidak ketinggalan hadir juga tokoh-tokoh penting seperti mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil salim, Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Gubernur BI, Menteri Keuangan Chatib Basri, ketua OJK dan tokoh-tokoh lainnya.

Pada kesempatan ini, juga dibahas oleh Sofjan Wanandi dan Wakil Menkeu Bambang Brodjonegoro bahwa bagaimana Ali Wardhana sebagai salah satu tim “Mafia Berkeley” yang dipimpin oleh Widjojo Nitisastro yang menggagas perekonomian Indonesia di jaman Orde Baru. Sebagai catatan, Widjojo Nitisastro juga mendapatkan penghargaan Wirakarya Adhitama ke-1 pada tahun 2008.

Ali Wardhana-1 edit

Menurut Anwar Nasution, ada 8 peran penting Ali Wardhana bagi bangsa Indonesia :

  1. Menyusun dua dari tiga platform program Kabinet Ampera
  2. Pengenalan strategi pinjaman (debt strategy) dan disiplin fiskal APBN Orde Baru. Stratei pinjaman dengan memaksimalkan pinjaman lunak dari ODA (Official Development Aid), dimana pinjaman luar negeri dipakai untuk menutup defisit APBN, juga digunakan untuk menutup defisit neraca berjalan pada neraca pembayaran luar negeri. Selain bantuan finansiil, negara donor juga diminta memberikan bantuan tehnis (technical assistance).
  3. Mengganti multiple exchange rate dengan satu kurs mata uang, menghapus kontrol devisa dan menggantikannya dengan sistem kurs devisa bebas pada awal 1970-an.
  4. Menyelamatkan ekonomi nasional dari penyakit The Dutch Desease akibat boom migas periode 1973-1982. Dengan mengalirkan “uang minyak” untuk menguatkan pondasi ekonomi berupa infrastruktur, termasuk infrastruktur pertanian dan pedesaan, SD Inpres, Puskesmas.
  5. Melakukan pengurangan pembelanjaan twin defisit (APBN dan neraca berjalan) dari ketergantungan pinjaman luar negeri, dengan cara modernisasi dan reformasi sistem perpajakan 1983, serta mendorong ekspor non migas khususnya produk manufaktur.
  6. Membuat power sharing sistem anggaran terpusat, dimana Anggaran Rutin dikontrol Departemen Keuangan, sedang Anggaran Pembangunan di bawah kendali Bappenas.
  7. Peningkatan kemampuan pejabat daerah dan Departemen melalui pendidikan di bebagai universitas terkemuka di dalam dan luar negeri.
  8. Keberhasilannya melakuan terobosan dan kebijakan sewaktu memimpin Board of Governors Bank Dunia dan IMF periode 1971-1972.

Penganugerahan Wirakarya Adhitama ke-2 pun diserahkan oleh Rektor UI Prof. Dr. Ir. M Anis, Dekan FEUI Prof. Ari Kuncoro dan ketua OJK Muliaman Hadad sebagai ketua Iluni.

Moment spesial ini pun tentu saja menjadi ajang temu kangen dari seluruh alumni FEUI yang sudah lama tidak saling mengontak. Acara penganugerahan ini merupakan wujud apresiasi dari Civitas Akademika Universitas Indonesia dalam menghargai jasa-jasa para tokohnya.

Uthe/Journalist/VM/BL
Editor : Ruth Berliana

Leave a Reply

Your email address will not be published.