Tiongkok Rayakan Dragon Boat Festival

(Business Lounge – World News)  Rakyat negeri Tiongkok merayakan salah satu festival tradisional China yang paling penting selain Tahun Baru Imlek dan Perayaan Musim Gugur. Festival tersebut bernama Dragon Boat Festival  atau Duanwu Festival yang dirayakan dengan mengadakan lomba perahu naga selama 3 hari.

Perlombaan perahu naga tersebut yang dijadikan sebagai hari libur di negeri ini mengundang 32,1 juta warga melakukan perjalanan liburan, dan menurut  China Railway Corporation jumlah warga yang melakukan perjalanan liburan  naik 15,2 persen dari tahun ke tahun.

Dan menurut kementrian pertahanan China yang menjadi tuan rumah penyelenggara event lomba perahu naga tersebut arus rata-rata harian penumpang  diperkirakan akan mencapai 8.020.000 selama kesibukan perjalanan empat hari yang dimulai pada hari Jumat lalu. Operator kereta api sementara akan menaruh beberapa 490 kereta tambahan dalam operasi untuk memenuhi peningkatan permintaan .

The Dragon Boat Festival atau  Festival Peh Cun ini  secara tradisional dirayakan pada hari kelima bulan kelima pada kalender lunar Cina, dan tahun ini dirayakan pada tanggal 2 Juni. Festival ini memperingati terkenal penyair patriot Cina kuno bernama Qu Yuan dari Kerajaan Chu masa Zhan Guo atau negara saling berperang  ( 475 – 221BC ) yang mengusulkan berkoalisi dengan Negara Qi dan berperang melawan Qin.

Dan singkat cerita penyair ini  kemudian dituduh melakukan makar dan diasingkan raja. Dalam perjalanan pengasingannya ia  bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo pada hari kelima bulan kelima menurut kalender China. Aksi bunuh dirinya ini diketahui banyak pengagumnya yang merupakan nelayan dan dengan menggunakan perahu untuk mencoba dan menyelamatkan mayat penyair ini , namun tidak ditemukan sehingga dilakukan aksi menjatuhkan bola ketan ke sungai sehingga supaya ikan dan udang tidak memakan mayat penyair ini.

Untuk alasan inilah  rakyat China  merayakan festival dengan mengadakan lomba perahu naga dan makan zongzi( ketan gurih dan manis dibungkus daun bambu) atau sering disebut Bacang oleh wargadi Indonesia.

Joel/Journalist/VM/BL
Editor : Jul Allens
image : chinadaily