Korban Tambang Turki Sudah Tewas 284 Orang

(Business Lounge – World News) – Jumlah korban tewas sampai kini sudah sejumlah 284 orang. Masih belum bisa diketahui dengan jelas jumlah orang yang masih terkurung di dalam terowongan bawah tanah. Tapi harus diakui bahwa saat ini untuk dapat menemukan korban yang selamat sangat tipis sekali.

Aksi protes di kota Izmir digelar oleh sekitar 20 ribu pekerja. Dalam pernyataan serikat buruh mereka memprotes karena ratusan buruh dikorbankan sampai tewas, karena proses produksi yang makin murah demi meningkatkan profit perusahaan. Sementara polisi berusaha membubarkan para demonstran ini dengan memakai penyembur air dan gas air mata.

Aksi protes ini juga meluap bahkan sampai ke kota kota besar lainnya, sudah seperti demonstrasi anti pemerintah. Kritik utama mereka adalah kebijakan M Recep Tayyip Erdogan yang lebih mementingkan keuntungan pengusaha dan tidak memperhatikan keselamatan pekerja.

Dalam kunjungannya Rabu kemarin, Erdogan mengatakan bahwa kecelakaan ini adalah hal yang biasa terjadi. Dia membandingkan situasi ini  dengan industri pertambangan di Inggris pada abad ke 19 dimana saat itu juga ratusan orang tewas. “204 orang tewas di Inggris tahun 1862, dan 361 orang tewas tahun 1864”, demikian pernyataan Erdogan. Pernyataan tersebut membuat banyak orang marah.

Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Kementerian Turki mengatakan tambang telah diperiksa lima kali sejak 2012, termasuk pada bulan Maret 2014, dan bahwa tidak ada masalah pelanggaran keselamatan kerja dan keamanan yang terdeteksi.

Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: Antara