Melemahnya Nilai Yen Meningkatkan Penjualan Nissan

Laba NISSAN  dalam kuartal ini naik hampir 5 persen karena penjualan meningkat di seluruh dunia dan nilai tukar yang menguntungkan membantu naiknya laba.

Nissan Motor Co melaporkan kemarin bahwa laba Januari-Maret mencapai ¥ 114,9 miliar (US $ 1,1 miliar), naik dari ¥ 109,7 miliar dari tahun sebelumnya. Penjualan kuartal ini naik di atas 20 persen menjadi 3,2 triliun yen.

Nissan mengatakan pertumbuhan penjualan sudah melampaui industri. Pembuat mobil Jepang ini mengharapkan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk tahun fiskal saat ini yang dimulai pada tanggal 1 April, menurut CEO Carlos Ghosn .

Nissan memperkirakan laba bersih tahunan menjadi 405 miliar yen, naik 4 persen dari ¥ 389 miliar pada fiskal tahun lalu.

Laba kuartalan dan tahunan yang diprediksi lebih baik daripada perkiraan Nissan sendiri dan proyeksi oleh analis yang disurvei oleh FactSet .

Melemahnya nilai yen telah menjadi keuntungan bagi eksportir Jepang seperti Nissan, yang membuat March, model mewah Infiniti dan mobil listrik Leaf, dan juga memiliki kerjasama deng Renault SA dari Perancis .

Tapi peningkatan yang terus menerus ini mungkin tidak berlanjut . Meskipun dolar melonjak menjadi sekitar ¥ 100 selama tahun fiskal yang lalu dari sekitar 80 yen tahun fiskal sebelum itu, sepertinya tidak mungkin untuk terus naik dengan kecepatan seperti itu, sampai 120 yen, misalnya.

Dan yang membebani prospek semua mobil Jepang, termasuk Nissan, yang adalah pembuat mobil Jepang terbesar nomor 2, adalah karena keuntungan mungkin tidak terus berkembang dengan kecepatan seperti saat ini.

Toyota Motor Corp, produsen mobil top dunia, menorehkan rekor laba tahunan dan penjualan di atas 10 juta kendaraan untuk pertama kalinya, tetapi memperkirakan tahun ini lebih lambat mengikuti melemahnya yen.

Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri|
Image: wikimedia