How to Become A Creative Leader

Infog-8

How to Become A Creative Leader

(Business  Lounge – Leadership) – Sadarkah anda bahwa dunia yang kita nikmati hari ini adalah karya dari para pemimpin yang kreatif di bidangnya masing-masing? Keunggulan teknologi, kecanggihan sistem, kemegahan arsitektur modern, kenyamanan hidup semuanya adalah karena adanya kreativitas yang mampu mengubah dunia.

Lihatlah para CEO dan founder  berikut ini :

Steve Jobs, pendiri  Apple, Inc, dengan inovasi pasar gadget terkemuka menguasai pasar dengan iPad,  iPod, iMac dan iPhone.

Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Google, mengembangkan teknologi pencarian inovatif yang menyediakan jawaban yang relevan yang kemudian menjadi mesin pencari terbesar di dunia.

Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon.com, toko buku online terbesar di dunia dan situs ritel online paling populer.

Tony Fernandes adalah founder sekaligus CEO maskapai penerbangan Malaysia, AirAsia, plus pemilik Tune Group. Dia sukses  mengelola maskapai penerbangan yang identik dengan tiket berharga murah.

AG Lafley, CEO Procter & Gamble, menyatakan: “Para pemimpin besar menciptakan kondisi yang membuat orang terorganisir untuk menyelesaikan masalah. Mereka membantu orang lain belajar bagaimana berpikir, bagaimana untuk melakukan penilaian dan bagaimana untuk mengambil tindakan “.

Raam Punjabi, pengusaha perfilman Indonesia yang saat ini menjabat sebagai ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Festival di persatuan perusahaan film Indonesia ( PPFI ) , dikenal paling mahir membaca selera pasar dan dengan ide-ide kreatifnya menjadi trend setter perfilman. Hingga tahun 2000-an tidak ada yang menyaingi Raam Punjabi dalam memproduksi film-film di Indonesia.

Jim Donald,  lama menjadi Presiden dan CEO Starbucks dan sekarang adalah CEO Extended Stay America , yang fanatik berkomunikasi menggunakan Treo nya, balasan untuk setiap email, panggilan kembali pada pukul 6 pagi, dan selalu tetap dekat dengan pelanggan.

Sam Walton, pendiri Wal-Mart, pernah berkata segala sesuatu dapat menjadi uang  melalui inovasi :

“I have always been driven to buck the system, to innovate, to take things beyond where they’ve been.”

Pemimpin kreatif terus-menerus menghadapi tantangan baru, dan mengenali dan mengejar peluang baru melalui inovasi yang berani.

Karakteristik Pemimpin Kreatif

Berikut ini adalah 10 ciri karakteristik dan ciri-ciri Pemimpin Kreatif.

1. Menghasilkan banyak ide yang  inovatif, biasa mengubah-ubah aturan.
2. Selalu bereksperimen untuk mencari ide-ide yang lebih baik, tidak mudah putus asa walau mencoba beberapa kali.
3. Teguh berpegang pada kreativitas dan inovasi, ditambah dengan orisinalitas dalam berpikir.
4. Cerdas dan bercahaya dengan citra diri positif walau mereka tidak dilahirkan genius.
5. Bergairah, ekspresif dan sensitif terhadap  rekan-rekan /team kerja mereka.
6. Menunjukkan penilaian yang  unggul, dan tidak membuat keputusan yang cepat (walaupun memiliki insting).
7. Non-konformis dan independen , seringkali kurang membutuhkan persetujuan banyak orang dalam berinovasi.
8. Memiliki kemampuan untuk memahami dan memecahkan masalah serta mengelola konsekuensi.
9. Lahir dengan imajinasi yang kuat.
10. Membuat dan meluncurkan produk yang unik dengan desain yang tinggi kualitas.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana menciptakan pemimpin yang kreatif?  Bagaimana menciptakan pemimpin yang memiliki karakteristik seperti di atas. Para penganut Behavioris percaya cara terbaik untuk meningkatkan kreativitas dengan membangun suatu lingkungan yang memupuk dan mendorong kreativitas itu berkembang. Kreativitas dapat dipupuk dengan “prilaku yang memperkuat dan membentuk kreativitas mereka ke tingkat yang semakin tinggi. ” Atasan dapat memberikan contoh kepemimpinan kreatif tapi tidak hanya dengan memberikan contoh tetapi juga atasan dapat menjadi guru. Ketika situasi memungkinkan, pemimpin harus mendorong perilaku kreatif dengan menjelaskan proses pengambilan keputusan kreatif. Setelah itu pemimpin harus agresif mencari kritik dari bawahannya mengenai  proses kreatif  tersebut dan pada gilirannya mendorong mereka untuk mengembangkan bawahan mereka dengan SOP, instruksi, dan peraturan  yang sama. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat prilaku kreatif bawahan.

Dalam proses meningkatkan kreatifitas, harus ditekankan bahwa yang diutamakan adalah imajinasi dan proses berpikir individu itu sendiri. Hambatan dalam hal ini adalah jika kreatifitas itu harus menyesuaikan diri dengan sesuatu , hal ini akan merusak kekuatan kreatifitas itu sendiri. Sedapat mungkin hambatan ini dihilangkan dan kreatifitas diterima dengan seutuhnya.  Seorang pemimpin harus memberi ruang untuk kreatifitas bawahannya dan memberikan kesempatan inovasi-inovasi baru dibuktikan dengan waktu. .  Tekanan keuangan yang ekstrim juga seringkali  membuat seseorang menjadi terdesak dan kreatifitasnya keluar

Kreativitas adalah proses memiliki gagasan asli yang memiliki nilai.  Menjadi kreatif dalam istilah bisnis adalah tentang menjadi kreatif untuk suatu tujuan.Tujuan perusahaan adalah untuk meningkatkan produksi dan kinerja. Oleh karena itu setiap strategi kreatif dalam perusahaan berbicara  tentang  meningkatkan produk dan jasa atau berbicara mengenai kemungkinan-kemungkinan baru atau peluang. Jika Anda menjalankan sebuah perusahaan ciptakanlah suasana di mana orang sedang mengembangkan ide-ide yang akan menjadi ujung tombak pengembangan perusahaan.

Pemimpin yang sukses harus memiliki dua jenis kreativitas dalam memimpin. Yang pertama adalah kreativitas intuitif-jangka pendek dan kreativitas taktis. Jenis kreativitas dapat menjadi elemen kunci dalam memimpin perusahaan untuk memenangkan persaingan.Tipe kedua adalah kreativitas-reflektif jangka panjang, kreativitas strategis. Tanpa kreativitas reflektif, pemimpin  akan kekurangan wawasan dan mungkin tidak akan mampu untuk melihat masa depan.

Contoh yang sangat menarik dari dunia perang adalah kisah 2 jendral Amerika. Jenderal George Brinton Mc. Clellan, misalnya, sangat cerdas dan sangat dihormati oleh anak buahnya, di sisi lain, Jenderal Robert E. Lee kreatif. Lee menyadari bahwa abad kesembilan belas teknologi telah mengubah beberapa aspek peperangan, sedangkan McClellan gagal mengambil keuntungan penuh dari teknologi, seperti penggunaan kereta api untuk peningkatan mobilitas pasukan. Pemimpin kreatif mengambil apa yang orang kurang kreatif menyebutnya sebagai ancaman dan menggunakannya sebagai peluang dan tantangan. Kreativitas tidak akan menjamin keberhasilan dalam beradaptasi dengan yang baru atau diubah “aturan perang, “tetapi seorang pemimpin yang  tidak fleksibel dan tidak kreatif hampir pasti akan  gagal.

Sebagai penutup, tips sederhana bagi Anda yang mau menjadi pemimpin yang kreatif adalah: Aktifkan pikiran Anda bersamaan dengan melihat, membaca, mendengar dan meraba-rasakan atau dengan kata lain: Aktifkan pikiran Anda bersamaan dengan panca indra Anda. Niscaya, ide2 kreatif akan mulai bermunculan dan menari-nari di benak Anda, mencoba mencari peluangnya untuk diwujudkan. Carilah ide kreatif yang dapat Anda aplikasikan, realisasikan sehingga ide itu menjadi kenyataan yang menggemparkan!

Selamat mencoba!

VH/IC/BL
dr. Vera Herlina, SE, MM : Managing Partner Divisi Leadership, Entrepreneurship  & Strategic Management dari Vibiz Consulting