Tesla Motors mengalami penurunan saham sebesar 7 persen karena kekecewaan yang dialami oleh para investor. Kekecewaan para investor dikarenakan Tesla tidak dapat mencapai target yang diharapkan sebelumnya.

Perusahaan tersebut melaporkan nett loss sebesar hampir 50 juta dolar Amerika Serikat pada kuartal pertama tahun ini atau sekitar 40 sen per saham. Sementara pada kuartal pertama tahun lalu perusahaan tersebut membukukan profit.

Perusahaan yang berlokasi di Palo Alto, California ini berencana untuk membelanjakan sebesar 850 juta dolar Amerika Serikat pada tahun ini untuk meningkatkan produksi mereka. Terdapat tiga fokus produk unggulan Tesla yang menjadi fokus utama yaitu   pengembangan Model X crossover, Model S Luxury sedan dan memulai pembangunan dari pabrik baru untuk lithium-ion battery.

Tesla harus menitikberatkan pada penyelesaian proyek paling besar dari ketiga proyek utama tersebut yaitu pembangunan pabrik lithium-ion battery. Untuk mencapai target produksi mereka pada tahun 2017 maka perusahaan tersebut harus mempercepat pembangunanpabrik tersebut. Sementara produksi dari Model X dikabarkan akan rampung pada musim semi tahun 2015. Untuk Model S ditargetkan akan memasuki pasar asing dengan adanya costumisasi terhadap posisi setir mobil untuk pangsa pasar UK.

Secara keseluruhan terlepas dari adanya momentum saham yang turun ini merupakan kuartal yang masih tergolong cukup baik bagi Tesla. Produksi yang lebih baik bagi perusahaan diperkirakan baru akan terlihat pada kuartal ketiga tahun ini.

Afif Bahar/Analyst Vibiz Research/BL-rtr
Editor : Iin Caratri
Image: wikipedia.org

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.