Gonjang-ganjing prahara rencana akuisisi Bank BTN oleh PT Bank Mandiri menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir ini. Rencana Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengakuisisi Bank BTN ini dinilai kurang tepat oleh banyak kalangan karena akan membuat BTN tidak akan fokus sebagai Bank yang memberikan kredit perumahan kepada masyarakat. Selain itu juga jika tidak berhati-hati dalam mengambil langkah akuisisi ini Dahlan akan dikenakan pidana karena dianggap melanggar undang-undang BUMN.

Proses pengalihan saham BUMN ini seyogjanya harus sesuai ketentuan melalui privatisasi yang beranggotakan Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN yang diketuai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah semua setuju maka usulan pengambilalihan saham BUMN disampaikan kepada DPR-RI untuk mendapatkan persetujuan.

Terkait penolakan yang dilakukan oleh pihak serikat pekerja Bank BTN, Dahlan Iskan memberikan penjelasan bahwa tidak akan ada pemutusan hubungan kerja karyawan karena dan operasional perusahaan akan berjalan seperti biasa karena yang berubah hanya kepemilikan sahamnya saja bahkan jika akuisisi terjadi Dahlan mengatakan mampu menambah kesejahteraan karyawan. Dahlan pu mempersilahkan kepada semua kalangan yang  menolak rencana akuisisi BTN ini untuk datang berdialog dengannya  di kantor Kementerian BUMN termasuk para penolak dari serikat pekerja Bank BTN.

Sebelumnya, Dahlan juga melakukan pembelaan dengan mengatakan melalui akuisisi ini dapat menambah asset Bank Mandiri untuk kemudian dapat bersaing di kawasan regional atau bahkan internasional. Dahlan juga mengatakan Indonesia harus memiliki perbankan yang besar di tengah semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan nasional yang ada di Indonesia. Jika hal ini tidak terlaksana maka bank-bank asinglah yang akan merajalela di Indonesia. Semoga masalah ini dapat menemukan titik temu dan solusi yang berimbang bagi kedua belah pihak.

Tania Febe/Journalist/VM/BL-BD
Editor : Fanya Jodie
Image : ant

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.