Amerika Serikat Kerahkan Pasukan Mendekati Rusia

(Business Lounge – World Today) – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia sepertinya terus berlanjut. Dikabarkan, telah diumumkan pergerakan ratusan tentara Amerika Serikat (AS) menuju Eropa Timur hingga akhir tahun. Pengerahan pasukan tersebut ditujukan untuk menjamin keamanan para sekutu AS di perbatasan Rusia seiring ancaman kekerasan di Ukraina.

Di dalam kunjungannya ke Kiev, Ukraina, Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengultimatum Rusia untuk menarik mundur pasukannya dan mematuhi kesepakatan internasional. Bila tidak, maka Rusia harus siap menghadapi ketidakpastian akibat diterapkannya sanksi yang baru. Biden mendesak para pemimpin Ukraina untuk memegang teguh prinsip-prinsip demokrasi dan juga menghormati perbedaan budaya dengan memberi jaminan bahwa mereka tidak akan dibiarkan sendirian.

Di luar dari upaya AS, muncul ketegangan dengan adanya tudingan Kiev terhadap para kaum separatis pro-Rusia yang menyangkut masalah penyiksaan dan pembunuhan dua orang serta insiden penembakan atas salah satu pesawat militer.

Kremlin tidak memberikan komentar banyak mengenai pergerakan militer Barat itu. Menurut mereka, aksi itu hanya akan meningkatkan ketegangan di kawasan.

Joe Biden, yang bertemu dengan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk dan para petinggi Ukraina lain, mengatakan bahwa AS takkan memberi ruang bagi kesepakatan Jenewa, yang dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan untuk “berakhir terbuka”.

“Sudah saatnya Rusia tak hanya berbicara dan mulai menunjukkan komitmennya,” ujar Biden. “Hanya ada sedikit waktu untuk mewujudkan perkembangan.”

Para petinggi Amerika Serikat menyingkapkan rencana untuk mengirimkan 600 tentaranya ke empat negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara untuk berlatih di dekat Rusia.

Empat kompi dari Pasukan Serbu Brigade Infanteri 173 di yang bermarkas di Italia akan mulai berdatangan pada akhir pekan ini di Polandia, Latvia, Lithuania, dan Estonia, ujar Laksamana Muda John Kirby, sekretaris Pentagon dalam urusan pers.

Sebelumnya, AS juga telah mengirim sejumlah pesawat F-16 ke Polandia dan F-15 ke Lithuania selain menerbangkan sekelompok kecil Marinir ke Rumania dan Latvia untuk berlatih.

Secara tertutup, para petinggi Pentagon menampik adanya kemungkinan pengerahan pasukan permanen lebih besar ke Eropa. Namun, frekuensi rotasi pasukan akan ditingkatkan jika Rusia tidak segera meredakan krisis Ukraina.

Fanny Sue/VM/BL-WSJ

Editor : Fanya Jodie

Foto : commons.wikimedia.org