Investasi Energi Baru dan Terbarukan Norwegia

(Business Lounge – Business Today) – Indonesia meningkatkan kerjasama industri terbarukan dengan Norwegia dengan memanfaatkan momentum Pertemuan ke-7 Konsultasi Bilateral Energi Indonesia-Norwegia di Oslo di bulan Maret ini.  Hal ini mengingat bahwa Norwegia memiliki kemajuan yang tinggi dalam bidang energi terbarukan dan teknologi pengolahan migas. Kebutuhan energi di Norwegia lebih dari 90 persennya disediakan melalui pemanfaatan hydropower seperti tenaga angin dan gelombang laut sebagai energi.

Perhatian serius dari pemerintah sangat diperlukan agar kerjasama ini dapat menjadi efektif dan efisien bagi Indonesia. Pendorongan investasi Norwegia di bidang energi dan energi terbarukan perlu ditingkatkan oleh pemerintah. Sehingga kerjasama tersebut dapat mencapai energi terbarukan pada tahun 2025. Pada peraturan pemerintah tersebut menargetkan jika pada tahun 2015 yaitu minimal 23 persen energi yang digunakan di Indonesia adalah energi baru dan terbarukan.

Proyek-proyek yang sedang berlangsung untuk pengembangan energi yang merupakan proyek kerjasama adalah proyek energi terbarukan di Sumba, carbon capture and storage di Bandung, dan Biogas seperti di Bali, Lampung, NTT, NTB dan Sulawesi.

Semoga kedepannya dengan diadakannya forum dialog dari kedua negara yang diadakan setiap dua tahun sekali ini dapat membuat prospek yang menjanjikan bagi perkembangan energi baru dan terbarukan dan dapat mencapai target pemerintah yaitu minimal energi baru dan terbarukan 23 persen di 2025 dan minimal 31 persen di tahun 2050.

Afif Bahar/ Analyst Regional Vibiz Research
Editor: Iin Caratri
Foto: energitoday.com